Toyota Supra Mk4 berwarna oranye dari film The Fast and the Furious 2001 menjadi salah satu mobil paling mudah dikenali dalam sejarah perfilman otomotif. Bagi banyak penggemar, kombinasi bodi Toyota Supra A80, warna Candy Orange, grafis mencolok, sayap belakang besar, dan karakter Brian O’Conner yang diperankan Paul Walker sudah cukup untuk membawa ingatan kembali ke era awal budaya tuner tahun 2000 an.
Menariknya, popularitas Toyota Supra A80 sebenarnya sudah terbentuk sebelum film tersebut hadir. Toyota memperkenalkan generasi keempat Supra pada 1993 dengan mesin enam silinder segaris 3,0 liter. Varian performa tinggi mendapatkan mesin 2JZ-GTE twin turbo yang kemudian dikenal memiliki konstruksi sangat kuat dan kemampuan modifikasi tinggi. Kemunculan Supra dalam film pertama The Fast and the Furious kemudian ikut memperbesar popularitas mobil tersebut di tingkat global.
Supra Mk4 Masuk Fast & Furious sebagai Mobil Kedua Brian
Dalam cerita film pertama, Brian O’Conner awalnya menggunakan Mitsubishi Eclipse hijau. Mobil tersebut kemudian dihancurkan setelah perselisihan dengan kelompok Johnny Tran.
Brian sebelumnya juga kalah dalam balapan melawan Dominic Toretto dan menjadikan mobilnya sebagai taruhan. Dom kemudian mengingatkan Brian bahwa dirinya masih mempunyai utang berupa sebuah mobil yang mampu mencatat waktu seperempat mil sekitar 10 detik.
Supra akhirnya muncul dalam kondisi yang digambarkan seperti mobil rongsokan.
Brian membawa Toyota Supra Mk4 tersebut ke bengkel Dom. Para anggota kelompok kemudian memperbaiki dan memodifikasinya hingga berubah menjadi mobil balap jalanan berwarna oranye.
Adegan tersebut menjadikan Supra lebih dari sekadar kendaraan.
Mobil ini menjadi simbol perubahan hubungan Brian dan Dom. Brian tidak lagi hanya berada di luar kelompok. Ia mulai semakin dekat dengan Dom, Mia, Jesse, Letty, dan Vince sambil tetap menjalankan tugasnya sebagai polisi yang menyamar.
Mobil Supra yang Dipakai Syuting Ternyata Bukan Hanya Satu
Salah satu hal yang sering membuat penggemar keliru adalah menganggap hanya ada satu Toyota Supra oranye yang digunakan selama produksi.
Kenyataannya, produksi film menggunakan beberapa mobil dengan fungsi berbeda.
Film dengan banyak adegan balap membutuhkan hero car untuk pengambilan gambar dekat, mobil untuk interior, unit yang dapat digunakan aktor, serta kendaraan yang dipersiapkan untuk adegan berisiko.
Pihak produksi bahkan harus membuat beberapa replika dari mobil tertentu karena tidak masuk akal menggunakan kendaraan modifikasi mahal dalam setiap aksi berbahaya.
Craig Lieberman mempunyai peranan besar dalam proses tersebut. Ia merupakan penasihat teknis film sekaligus pemilik Supra yang menjadi referensi utama untuk mobil Brian. Mobil milik Lieberman merupakan Toyota Supra Mk4 keluaran 1994 yang digunakan sebagai salah satu referensi utama dalam pembangunan mobil film.
Karena terdapat beberapa unit, spesifikasi satu Supra film tidak selalu sama dengan Supra lainnya.
Hal tersebut menjelaskan mengapa ada mobil film menggunakan transmisi manual, sementara unit lain yang muncul di layar justru menggunakan transmisi otomatis.
Mesin 2JZ Menjadi Bagian Besar dari Legenda Supra
Sulit membicarakan Supra Mk4 tanpa membahas mesin 2JZ.
Toyota memperkenalkan A80 Supra dengan dua pilihan utama mesin enam silinder segaris 3,0 liter. Versi naturally aspirated menggunakan 2JZ-GE, sedangkan model performa tinggi mendapatkan 2JZ-GTE dengan twin turbo.
Pada spesifikasi pasar Jepang ketika diperkenalkan pada 1993, mesin 2JZ-GTE menghasilkan tenaga sekitar 280 PS dengan torsi yang sangat besar untuk ukuran sports car Jepang pada zamannya. Model turbo juga tersedia dengan transmisi manual enam percepatan atau transmisi otomatis.
Namun mobil yang menjadi referensi utama produksi Fast & Furious sudah mendapatkan modifikasi jauh melampaui kondisi standar.
Supra milik Craig Lieberman mempunyai tenaga lebih dari 600 hp, sistem turbo yang telah dimodifikasi, serta nitrous oxide.
Angka tersebut membuat mobil tersebut jauh lebih serius dibanding sekadar Supra dengan body kit dan grafis.
Menurut penulis, kekuatan Supra Fast & Furious berasal dari kombinasi antara penampilan ekstrem dan basis mekanis yang memang mempunyai reputasi kuat di kalangan modifikator.
Hal tersebut berbeda dari sejumlah mobil film yang tampil agresif tetapi sebenarnya tidak mempunyai peningkatan performa besar.
2JZ GTE Membentuk Reputasi Supra di Dunia Modifikasi
Mesin 2JZ-GTE akhirnya memperoleh reputasi yang bahkan melampaui Toyota Supra itu sendiri.
Blok mesinnya dikenal mempunyai konstruksi kuat sehingga banyak tuner menaikkan tekanan turbo, mengganti sistem bahan bakar, meningkatkan pendinginan, dan melakukan berbagai modifikasi untuk menghasilkan tenaga jauh di atas spesifikasi pabrik.
Tidak berarti setiap 2JZ dapat langsung menghasilkan tenaga ribuan hp tanpa modifikasi internal. Namun fondasi mesin tersebut memberi ruang besar bagi tuner untuk membangun berbagai tingkatan performa.
Film Fast & Furious membantu memperkenalkan kemampuan tersebut kepada penonton yang sebelumnya tidak mengikuti industri tuning Jepang.
Ketika karakter Jesse melihat mesin Supra di film, pembicaraan tentang 2JZ menjadi salah satu dialog yang paling mudah diingat penggemar.
Popularitas tersebut kemudian semakin besar melalui forum internet, majalah tuning, video balap, video game, dan komunitas modifikasi.
Warna Candy Orange Membuat Supra Sulit Dilupakan
Tidak mungkin memisahkan Supra Brian O’Conner dari warna oranye.
Salah satu mobil yang digunakan dalam produksi memakai Lamborghini Diablo Candy Orange Pearl. Warna tersebut dipadukan dengan grafis Nuclear Gladiator rancangan Troy Lee pada bagian samping bodi.
Pilihan warna terang bukan sesuatu yang terjadi secara kebetulan.
Produksi memang menginginkan kendaraan dengan warna sangat cerah. Film menggunakan tampilan visual yang cenderung hangat sehingga kendaraan utama perlu mempunyai warna kuat agar tetap terlihat menonjol di antara mobil latar.
Itulah sebabnya kendaraan karakter utama film pertama mudah dibedakan.
Eclipse Brian menggunakan hijau terang. Mazda RX 7 milik Dom berwarna merah. Honda S2000 Johnny Tran berwarna hitam. Supra menggunakan oranye yang sangat kuat.
Pilihan tersebut berhasil membuat Supra langsung dikenali bahkan hanya dari warna bodinya.
Body Kit Bomex Menjadi Bagian dari Identitas Supra Brian
Penampilan Supra dalam film sangat jauh dari bentuk standar Toyota.
Salah satu unit asli produksi mempunyai Bomex front spoiler serta side skirt. Kap menggunakan gaya TRD dan bagian belakang mendapat APR aluminum biplane wing.
Rodanya menggunakan Dazz Motorsport Racing Hart M5 Tuner berukuran 19 inci.
Standar modifikasi awal 2000 an memang berbeda dari tren mobil performa sekarang.
Body kit berukuran besar, grafis samping, warna terang, pelek krom atau polished, lampu modifikasi, serta sayap tinggi menjadi pemandangan umum pada berbagai mobil pameran.
Supra Brian menjadi salah satu contoh yang paling ekstrem sekaligus terkenal.
Sekarang terdapat pemilik Supra di berbagai negara yang sengaja membangun replika dengan body kit, warna, pelek, dan grafis serupa.
Bahkan ketika melihat sebuah Supra oranye dengan grafis hijau di acara otomotif, orang hampir otomatis menghubungkannya dengan Brian O’Conner.
Sayap Besar Supra Bukan Komponen Standar Toyota
Sayap belakang menjadi salah satu bagian paling mencolok.
Supra A80 sebenarnya sudah mempunyai desain spoiler pabrik yang cukup besar pada beberapa varian. Mobil film menggantinya dengan sayap APR yang jauh lebih tinggi.
Bentuk tersebut membantu Supra terlihat semakin ekstrem ketika difilmkan dari belakang atau samping.
Pada awal 2000 an, penggunaan sayap seperti itu sangat dekat dengan budaya tuner. Fungsi aerodinamikanya sering menjadi urusan kedua setelah penampilan, terutama pada kendaraan pameran.
Film kemudian memperbesar popularitas gaya tersebut.
Dalam beberapa tahun setelah perilisan, mobil dengan body kit agresif, grafis vinyl, lampu aftermarket, dan wing tinggi semakin sering dikaitkan dengan estetika Fast & Furious.
Supra dan Ferrari Menjadi Salah Satu Adegan Paling Terkenal
Salah satu adegan favorit penggemar tidak melibatkan perlombaan resmi.
Brian dan Dom sedang berada di Supra ketika bertemu pengemudi Ferrari F355 Spider.
Dom melihat ke arah Ferrari dan bertanya mengenai harga mobil tersebut. Setelah percakapan singkat, keduanya kemudian melakukan balapan spontan.
Supra akhirnya digambarkan mampu meninggalkan Ferrari tersebut.
Adegan itu sangat efektif membangun citra Supra sebagai mobil Jepang yang dapat menantang sports car Eropa dengan harga jauh lebih tinggi.
Film memang menggunakan kebebasan sinematik dalam menggambarkan kemampuan kendaraan, tetapi pesan yang diterima penonton sangat jelas.
Mobil Jepang yang dimodifikasi tidak boleh dianggap remeh.
Bagi generasi penggemar otomotif awal 2000 an, adegan tersebut ikut mengubah cara melihat mobil seperti Supra, Skyline GT R, RX 7, NSX, Evo, dan berbagai model Jepang lainnya.
Balapan Terakhir Melawan Dodge Charger Membuat Supra Semakin Legendaris
Momen terbesar Supra muncul menjelang akhir film.
Brian menghadapi Dominic Toretto yang menggunakan Dodge Charger 1970 dengan mesin V8 supercharged.
Keduanya berhenti berdampingan di lampu lalu lintas sebelum melakukan balapan lurus menuju perlintasan kereta.
Charger mengangkat roda depan ketika berakselerasi, sedangkan Supra bergerak mengejar. Keduanya berhasil melewati rel hanya beberapa saat sebelum kereta melintas.
Beberapa detik kemudian Charger bertabrakan dengan truk dan terlempar.
Adegan tersebut menjadi salah satu penutup paling terkenal dalam seri Fast & Furious.
Menariknya, pertanyaan mengenai siapa sebenarnya yang memenangkan balapan itu masih dibicarakan penggemar.
Beberapa orang menilai Supra berada sedikit di depan, sementara lainnya berpendapat hasil balapan tidak benar benar menjadi fokus utama adegan.
Film sengaja membuat hasilnya kurang penting dibanding kejadian setelah balapan.
Brian Memberikan Supra kepada Dom
Setelah Dodge Charger mengalami kecelakaan, Brian mendekati Dom.
Suara sirene polisi mulai terdengar dari kejauhan.
Brian kemudian menyerahkan kunci Supra kepada Dom dan mengingatkan bahwa dirinya masih berutang sebuah mobil 10 detik.
Dom menerima mobil tersebut dan pergi.
Adegan itu menjadi titik yang sangat penting dalam perjalanan dua karakter utama.
Brian secara sadar membiarkan Dom melarikan diri menggunakan Supra, meskipun tugas resminya seharusnya menangkapnya.
Mobil yang awalnya dibangun untuk melunasi utang Brian akhirnya benar benar diberikan kepada Dom.
Supra kemudian meninggalkan lokasi dan film bergerak menuju bagian akhirnya.
Bagi penggemar, hubungan Paul Walker dengan Toyota Supra menjadi semakin kuat sejak adegan tersebut.
Supra Fast & Furious yang Dilelang 2021 Terjual 550 Ribu Dolar
Nilai historis mobil film terlihat jelas ketika salah satu Supra asli produksi masuk lelang di Las Vegas pada Juni 2021.
Mobil keluaran 1994 tersebut digunakan untuk beberapa pengambilan gambar interior dan eksterior dalam The Fast and the Furious. Mobil yang sama kemudian kembali digunakan dalam 2 Fast 2 Furious sebagai Supra milik karakter Slap Jack sebelum akhirnya dikembalikan ke tampilan oranye film pertama.
Unit tersebut memiliki mesin 2JZ-GTE 3,0 liter turbo dan transmisi otomatis empat percepatan.
Jadi, mobil tersebut bukan Supra manual dengan spesifikasi persis seperti yang mungkin dibayangkan penonton berdasarkan cerita film.
Namun sejarah perfilmannya membuat soal transmisi menjadi hampir tidak relevan bagi kolektor.
Mobil tersebut akhirnya terjual dengan harga 550.000 dolar AS pada 19 Juni 2021. Kendaraan itu juga pernah dikendarai Paul Walker selama proses produksi.
Supra Lain Pernah Terjual Jauh Lebih Murah pada 2015
Enam tahun sebelum lelang tersebut, Supra lain yang juga digunakan pada produksi film pernah dilelang.
Mobil itu terjual sekitar 185.000 dolar AS atau kira kira 120.000 poundsterling pada lelang 2015.
Spesifikasinya berbeda.
Mobil stunt tersebut menggunakan mesin enam silinder naturally aspirated dengan tenaga sekitar 220 bhp dan transmisi manual lima percepatan. Mobil juga mendapatkan roll cage, suspensi yang diperkuat, kursi kompetisi, dan sejumlah modifikasi yang dibutuhkan untuk kebutuhan adegan.
Perbedaan spesifikasi kembali memperlihatkan mengapa istilah Supra Fast & Furious asli perlu dijelaskan lebih detail.
Beberapa mobil memang asli digunakan produksi, tetapi tugas masing masing tidak sama.
Ada hero car, stunt car, dan kendaraan yang digunakan untuk pengambilan gambar tertentu.
Fast & Furious Membuat A80 Supra Semakin Dicari
Toyota menghentikan produksi Supra generasi A80 pada 2002. Bertahun tahun kemudian, mobil tersebut justru mengalami peningkatan status sebagai kendaraan koleksi.
Fast & Furious bukan satu satunya penyebabnya.
Mesin 2JZ, desain bodi, penggerak roda belakang, pilihan transmisi manual enam percepatan, serta sejarah motorsport Supra sudah memberikan fondasi yang kuat.
Gran Turismo dan berbagai video game balap juga membantu memperkenalkannya kepada generasi muda.
Namun Supra Brian memberikan sesuatu yang tidak mudah didapat melalui brosur spesifikasi.
Mobil tersebut mempunyai karakter.
Menurut penulis, Supra oranye menjadi contoh langka ketika sebuah mobil film tidak hanya dikenang karena aktornya, tetapi ikut membentuk selera otomotif satu generasi.
Replika Supra Brian Masih Terus Dibangun
Lebih dari dua dekade setelah film pertama dirilis, replika Toyota Supra Brian O’Conner masih terus dibuat.
Ada pemilik yang hanya menggunakan warna oranye dan grafis serupa. Ada pula proyek yang berusaha mereplikasi body kit, pelek, interior, perangkat elektronik, hingga spesifikasi mesin dengan tingkat ketelitian tinggi.
Bahkan terdapat proyek replika yang mencoba menghasilkan kendaraan dengan detail mendekati mobil film.
Membangun replika sekarang tentu jauh lebih sulit dibanding awal 2000 an.
Harga Supra Mk4 telah meningkat. Komponen body kit lama tidak selalu mudah ditemukan. Racing Hart M5 asli juga menjadi barang yang semakin langka.
Grafis perlu dibuat dengan ukuran dan posisi yang tepat agar tidak terlihat berbeda dari mobil film.
Bagi penggemar yang mengejar ketelitian, proyek tersebut dapat membutuhkan waktu bertahun tahun.
Supra Mk4 Oranye Tetap Menjadi Wajah Era Awal Fast & Furious
Seri Fast & Furious kemudian menghadirkan ratusan mobil lain.
Nissan Skyline GT R R34 Brian dari 2 Fast 2 Furious menjadi legenda tersendiri. Dodge Charger tetap menjadi kendaraan yang sangat dekat dengan Dominic Toretto. Honda S2000, Mazda RX 7, Mitsubishi Eclipse, Nissan Silvia, Mitsubishi Evo, Ford Mustang, hingga berbagai supercar kemudian ikut mendapatkan sorotan.
Namun Supra Mk4 oranye mempunyai posisi yang sulit digantikan.
Mobil tersebut muncul pada film yang meletakkan fondasi seri sekaligus berada di tengah hubungan Brian dan Dom.
Ia memenangkan balapan, menghadapi Ferrari, tampil dalam Race Wars, ikut dalam pengejaran Johnny Tran, lalu digunakan pada balapan terakhir melawan Charger.
Bentuk A80 yang membulat, mesin 2JZ, warna Candy Orange, grafis Nuclear Gladiator, body kit Bomex, dan sayap APR menciptakan kombinasi yang masih mudah dikenali lebih dari 25 tahun setelah Supra generasi keempat pertama kali diluncurkan.
Mobil yang awalnya dirancang sebagai sports car berpenggerak roda belakang akhirnya memperoleh identitas tambahan sebagai salah satu kendaraan paling terkenal dalam budaya film otomotif, dengan Toyota Supra Mk4 Fast & Furious tetap menjadi salah satu wajah terkuat dari era Brian O’Conner dan budaya tuner awal 2000 an.






