McLaren Solus GT, Monster V10 Satu Kursi yang Lahir dari Dunia Virtual

Otomotif309 Views

McLaren Solus GT merupakan kendaraan khusus sirkuit yang mengubah konsep digital menjadi mesin nyata. Mobil ini berasal dari McLaren Ultimate Vision Gran Turismo, rancangan futuristis yang pertama kali diperkenalkan melalui permainan Gran Turismo Sport pada 2017.

Berbeda dari P1, Senna, atau Speedtail, Solus GT tidak dirancang untuk digunakan di jalan raya. Seluruh susunannya ditujukan bagi sirkuit, mulai dari kokpit satu kursi, posisi pengemudi di tengah, mesin V10 tanpa turbo, transmisi sekuensial, suspensi bergaya mobil balap, sampai perangkat aerodinamika yang menghasilkan tekanan ke bawah lebih besar daripada bobot kendaraannya.

McLaren hanya membuat 25 unit untuk pelanggan terpilih. Seluruh alokasi bahkan telah terjual sebelum mobil diperkenalkan kepada publik pada Monterey Car Week 2022. Pemilik tidak hanya menerima kendaraan, tetapi juga kursi cetakan khusus, pakaian balap, helm, perangkat HANS, serta program pelatihan pengemudi.

Solus GT memperlihatkan tingkat kebebasan teknis yang sulit ditemukan pada mobil jalan raya. McLaren tidak perlu menyediakan dua kursi, ruang bagasi, sistem hiburan besar, atau perangkat kenyamanan harian. Hasilnya adalah kendaraan dengan berat kurang dari 1.000 kilogram, tenaga sekitar 840 PS, dan tekanan aerodinamika yang dapat melampaui 1.200 kilogram.

Konsep Gran Turismo Diwujudkan Menjadi Mobil Sirkuit

McLaren Ultimate Vision Gran Turismo awalnya diciptakan tanpa tuntutan produksi. Desainer dapat mengeksplorasi bentuk kokpit, penempatan pengemudi, aliran udara, serta proporsi kendaraan tanpa terikat aturan homologasi jalan raya.

Dalam versi digital, pengemudi ditempatkan di tengah dengan posisi hampir tengkurap. Bentuk kendaraan menyerupai perpaduan mobil prototipe Le Mans, jet tempur, dan kendaraan balap dari sebuah karya fiksi ilmiah.

Ketika McLaren memutuskan membuatnya menjadi Solus GT, banyak unsur visual tetap dipertahankan. Kokpit berada di tengah, roda terlindungi bodi, bagian depan sangat rendah, dan kanopi digunakan sebagai akses masuk.

Realisasi fisiknya tetap membutuhkan penyesuaian. Posisi mengemudi harus memungkinkan manusia mengendalikan kendaraan dalam kondisi nyata. Sistem pendinginan, transmisi, struktur keselamatan, suspensi, rem, serta aerodinamika harus mampu bekerja menghadapi beban sirkuit.

Nama Solus diambil dari kata yang menggambarkan kesendirian. Pilihan tersebut sesuai dengan kabin satu kursi dan pengalaman berkendara yang hanya melibatkan pengemudi bersama kendaraan.

Solus GT masuk ke dalam keluarga Ultimate Series. Meski demikian, karakternya berbeda karena tidak mempunyai kewajiban menjadi mobil jalan raya. Mobil ini juga tidak dikembangkan untuk mengikuti satu kategori balap resmi tertentu.

Mesin V10 Tanpa Turbo Menjadi Pusat Perhatian

Solus GT menggunakan mesin V10 berkapasitas 5,2 liter yang dikembangkan dari unit buatan Judd. Mesin tersebut memakai konfigurasi tanpa turbocharger sehingga tenaga dihasilkan melalui kapasitas, aliran udara, pembakaran, dan putaran sangat tinggi.

Tenaga maksimum berada di atas 840 PS atau sekitar 829 bhp. Torsi mencapai kurang lebih 650 Nm. Angka torsinya tidak sebesar sejumlah mesin V8 twin turbo McLaren, tetapi bobot kendaraan yang sangat rendah menghasilkan rasio tenaga terhadap bobot luar biasa.

Mesin mampu berputar melewati 10.000 rpm. Batas putaran tinggi menghasilkan karakter yang berbeda dari mesin turbo. Respons pedal terasa langsung, peningkatan tenaga berlangsung berurutan, dan suara mesin berubah semakin tajam ketika jarum putaran bergerak ke atas.

Setiap silinder memperoleh throttle body tersendiri. Sepuluh throttle body tersebut membantu mesin merespons perubahan posisi pedal dengan cepat karena jalur udara menuju setiap silinder dapat dibuat lebih langsung.

Poros bubungan digerakkan menggunakan roda gigi, bukan sabuk atau rantai panjang. Sistem roda gigi memberikan ketepatan tinggi dalam mengendalikan waktu kerja katup pada putaran ekstrem.

“Mesin V10 Solus GT tidak mengejar torsi terbesar pada putaran rendah. Daya tariknya berada pada respons, peningkatan tenaga, serta suara mekanis yang terus berubah sampai melewati 10.000 rpm.”

V10 Menjadi Bagian Struktural Kendaraan

Mesin Solus GT tidak sekadar ditempatkan di dalam rangka. Unit V10 tersebut menjadi bagian yang menahan beban struktural di belakang monokok serat karbon.

Pendekatan ini lazim ditemukan pada mobil Formula 1 dan prototipe balap. Bagian belakang suspensi serta transmisi terhubung pada susunan mesin sehingga kendaraan tidak membutuhkan rangka tambahan berukuran besar.

Menggunakan mesin sebagai stressed member membantu mengurangi jumlah material dan menekan bobot. Namun, blok mesin serta titik pemasangannya harus cukup kuat untuk menerima gaya dari suspensi, transmisi, dan permukaan sirkuit.

Getaran juga harus diperhitungkan. Mesin V10 yang berputar sangat tinggi menghasilkan frekuensi dan beban mekanis besar. Dudukan, sambungan, serta struktur karbon perlu menjaga kekakuan tanpa mengganggu keandalan.

Di belakang mesin terdapat transmisi yang turut menjadi bagian struktur. Susunan ini menciptakan garis mekanis dari monokok, mesin, transmisi, hingga suspensi belakang.

Perawatan mesin menjadi lebih rumit dibandingkan mobil biasa. Pelepasan komponen dapat membutuhkan alat penyangga karena beberapa bagian berfungsi sebagai elemen kendaraan, bukan hanya perangkat penggerak.

Transmisi Sekuensial Membawa Teknologi Prototipe Balap

Tenaga mesin diteruskan menuju roda belakang melalui transmisi sekuensial tujuh percepatan. Sistem tersebut dikembangkan dengan spesifikasi yang menyerupai perangkat pada mobil Le Mans Prototype.

Pengemudi mengganti gigi menggunakan paddle di belakang kemudi. Perpindahan berlangsung secara berurutan sehingga sistem tidak dapat melompati pola gigi seperti transmisi manual dengan tuas berbentuk H.

Roda gigi memakai model straight cut. Gigi jenis ini menghasilkan suara mendengung yang kuat, tetapi mampu menyalurkan tenaga dengan efisien dan sesuai untuk kebutuhan balap.

Rumah transmisi dibuat menggunakan perpaduan aluminium dan magnesium. Kedua material membantu memperoleh kekuatan struktural tanpa membawa berat berlebihan.

Kopling menggunakan serat karbon dan dioperasikan melalui sistem otomatis. Pengemudi terutama memakainya ketika mobil mulai bergerak dari posisi diam. Setelah kendaraan berjalan, perpindahan dapat dilakukan melalui paddle.

Rasio setiap gigi dapat disesuaikan dengan karakter sirkuit. Lintasan yang memiliki jalan lurus panjang membutuhkan pengaturan berbeda dari sirkuit dengan tikungan rapat dan kecepatan rata rata lebih rendah.

Transmisi tidak dirancang untuk menghadirkan kelembutan seperti mobil jalan raya. Setiap perpindahan menekankan kecepatan dan ketepatan, sehingga hentakan mekanis menjadi bagian dari pengalaman mengemudi.

Akselerasi 2,5 Detik Didukung Bobot Sangat Rendah

McLaren menargetkan Solus GT mampu mencapai 100 kilometer per jam dalam sekitar 2,5 detik. Kecepatan tertingginya berada di atas 320 kilometer per jam.

Angka akselerasi tersebut berasal dari kombinasi tenaga, bobot, transmisi, ban balap, dan kontrol traksi. Mesin tanpa turbo tidak menghasilkan torsi awal sebesar sistem hybrid, tetapi massa kendaraan yang ringan mengurangi beban yang harus dipercepat.

Bobot Solus GT berada di bawah 1.000 kilogram dalam konfigurasi yang diumumkan McLaren. Rasio tenaga terhadap bobotnya mendekati atau bahkan melampaui sejumlah kendaraan balap profesional.

Penggerak roda belakang menuntut pengaturan distribusi tenaga yang presisi. Jika torsi diberikan terlalu cepat, ban dapat kehilangan cengkeraman. Sistem kontrol dan kalibrasi pedal membantu menjaga tenaga tetap dapat digunakan.

Akselerasi menuju kecepatan tinggi juga dibantu oleh bentuk aerodinamika. Namun, tekanan ke bawah yang besar menambah hambatan sehingga kecepatan maksimum bukan satu satunya sasaran.

Solus GT lebih mengutamakan waktu putaran dan kemampuan mempertahankan kecepatan saat menikung daripada mengejar angka tertinggi pada jalan lurus.

Downforce Melebihi Berat Mobil

Salah satu angka paling mengesankan dari Solus GT adalah kemampuan menghasilkan tekanan ke bawah lebih dari 1.200 kilogram. Nilai tersebut dicapai ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi.

Tekanan ini lebih besar daripada bobot mobil yang berada di bawah 1.000 kilogram. Secara teoritis, gaya aerodinamika yang dihasilkan cukup kuat untuk melampaui berat statis kendaraan.

Downforce menekan ban menuju permukaan lintasan. Semakin besar tekanan yang diterima ban, semakin tinggi gaya menikung yang dapat dihasilkan sebelum kehilangan cengkeraman.

Namun, downforce bergantung pada kecepatan. Ketika mobil bergerak perlahan, bantuan aerodinamika jauh lebih kecil. Pengemudi tetap harus mengandalkan cengkeraman mekanis dari ban dan suspensi.

Pada kecepatan tinggi, kendaraan dapat memasuki tikungan dengan gaya lateral besar. Tubuh pengemudi akan menerima beban yang memerlukan kekuatan leher, bahu, lengan, dan inti tubuh.

Pengaturan aerodinamika juga harus seimbang antara depan dan belakang. Tekanan berlebihan di salah satu bagian dapat membuat mobil sulit diarahkan atau tidak stabil ketika berakselerasi.

Terowongan Venturi Mengolah Udara di Bawah Mobil

Sebagian besar tekanan ke bawah Solus GT berasal dari bagian bawah kendaraan. Lantai dirancang menggunakan terowongan Venturi yang mempercepat aliran udara dan menciptakan wilayah bertekanan rendah.

Ketika tekanan di bawah mobil lebih rendah daripada bagian atas, kendaraan tertarik menuju lintasan. Pendekatan ini sering disebut ground effect.

Terowongan Venturi memungkinkan downforce besar tanpa sepenuhnya mengandalkan sayap. Keuntungannya adalah rasio tekanan ke bawah terhadap hambatan dapat dibuat lebih efisien.

Bagian depan mempunyai splitter besar yang membagi aliran menuju atas dan bawah kendaraan. Udara yang masuk ke lantai diarahkan melalui saluran terukur sebelum keluar melalui diffuser belakang.

Diffuser memperluas ruang aliran secara bertahap agar udara dapat kembali menuju tekanan normal tanpa terlalu banyak turbulensi. Bentuknya bekerja bersama sayap belakang tetap.

Sayap belakang memakai dua elemen untuk menghasilkan tekanan besar. Sudutnya dapat disesuaikan agar keseimbangan kendaraan cocok dengan sirkuit, ban, dan cara mengemudi pemilik.

Bagian roda tertutup bodi untuk mengendalikan turbulensi. Saluran udara di sekitar roda membantu mengurangi gangguan sekaligus membawa udara pendingin menuju rem.

Monokok Serat Karbon Membentuk Kokpit Tunggal

Struktur utama Solus GT menggunakan monokok serat karbon yang dibuat khusus. Pengemudi berada tepat pada garis tengah kendaraan, berbeda dari mobil produksi yang menempatkan kursi di sisi kiri atau kanan.

Penempatan di tengah membantu pembagian massa dan memberi pandangan yang seimbang menuju kedua sisi. Pengemudi dapat memperkirakan posisi roda dengan lebih mudah karena tubuh sejajar dengan sumbu kendaraan.

Serat karbon memungkinkan bentuk kompleks dibuat dengan kekakuan tinggi. Lapisan serat disusun mengikuti arah beban sehingga material ditempatkan pada area yang benar benar membutuhkannya.

Struktur tabrak depan dan belakang juga dibuat dari komposit. Bagian tersebut dirancang menyerap energi melalui kerusakan yang terkendali untuk melindungi ruang pengemudi.

Komponen titanium hasil cetak tiga dimensi digunakan pada struktur pelindung atas serta roll hoop. Teknik ini memungkinkan McLaren membentuk bagian rumit dengan berat lebih rendah.

Tidak adanya kursi kedua membuat kokpit dapat dipersempit. Permukaan depan yang lebih kecil membantu mengurangi hambatan sekaligus membuka ruang untuk saluran aerodinamika.

Kanopi Geser Menggantikan Pintu Konvensional

Pengemudi tidak memasuki Solus GT melalui pintu samping. Bagian kanopi digeser ke depan sehingga area atas kokpit terbuka.

Mekanismenya menyerupai akses pada jet tempur. Setelah kanopi terbuka, pengemudi menginjak titik tertentu pada struktur, kemudian menurunkan tubuh menuju kursi.

Proses keluar dan masuk membutuhkan prosedur yang dipelajari. Pengemudi memakai setir yang dapat dilepas agar ruang geraknya lebih luas.

Kanopi tertutup rapat ketika kendaraan digunakan. Bentuknya menjaga aliran udara tetap bersih dan memberikan bidang pandang luas ke depan serta samping.

Kaca pada kanopi harus menahan tekanan udara dan serpihan kecil dari lintasan. Lapisan serta bentuknya dirancang agar distorsi pandangan dapat ditekan.

Sebuah wiper kecil tersedia untuk membantu penglihatan ketika permukaan terkena air. Solus GT tetap lebih sesuai digunakan pada kondisi lintasan yang telah direncanakan daripada cuaca tidak menentu.

Kursi Dicetak Mengikuti Tubuh Setiap Pemilik

Setiap pemilik menerima kursi yang dibentuk berdasarkan ukuran tubuh. Posisi kursi bersifat tetap karena pengaturan dilakukan melalui pedal dan kemudi.

Kursi khusus menjaga tubuh agar tidak banyak bergerak saat menerima gaya lateral dan pengereman tinggi. Dukungan berada di sekitar pinggul, punggung, bahu, serta kepala.

Pedal dapat disesuaikan untuk mencapai jarak kaki yang tepat. Kolom kemudi juga diatur agar tangan berada pada sudut yang sesuai tanpa membuat bahu cepat lelah.

Sabuk pengaman balap menahan tubuh pada beberapa titik. Penggunaan HANS membantu mengurangi gerakan kepala dan leher ketika terjadi perlambatan mendadak.

McLaren menyediakan helm dan pakaian balap yang dibuat sesuai ukuran pemilik. Seluruh perlengkapan ini menjadi bagian dari konsep pengalaman pembalap, bukan tambahan dekoratif.

Pendinginan kabin tetap disediakan karena suhu di dalam kokpit dapat meningkat. Mesin, transmisi, tubuh pengemudi, dan kondisi lintasan sama sama menghasilkan panas selama sesi.

Setir Menggabungkan Kontrol dan Layar Informasi

Setir Solus GT menyerupai perangkat pada kendaraan prototipe balap. Bentuknya tidak bulat penuh dan dilengkapi tombol, rotary dial, paddle, serta layar.

Informasi utama meliputi posisi gigi, putaran mesin, waktu putaran, temperatur, tekanan, dan status sistem kendaraan. Lampu perpindahan memberi tanda saat mesin mendekati titik pergantian gigi.

Pengemudi dapat menyesuaikan beberapa pengaturan tanpa melepaskan tangan dari setir. Fungsi tersebut mencakup kontrol traksi, komunikasi, pilihan tampilan, dan sistem lain sesuai konfigurasi.

Jumlah tombol memerlukan pembiasaan. Sebelum memasuki sirkuit, pemilik menjalani pengenalan agar dapat menemukan fungsi tanpa melihat terlalu lama.

Visibilitas informasi harus tetap jelas di bawah sinar matahari dan getaran tinggi. Tampilan dibuat ringkas agar pengemudi tidak menerima terlalu banyak data pada saat bersamaan.

Setir dapat dilepas melalui mekanisme cepat. Selain membantu akses, sistem tersebut memungkinkan pemeriksaan serta penggantian unit dengan mudah.

Suspensi Pushrod dan Pull Rod Berasal dari Dunia Balap

Solus GT menggunakan suspensi double wishbone pada setiap roda. Pegas batang torsi dan peredam ditempatkan di dalam bodi untuk mendukung pengaturan aerodinamika.

Bagian depan menggunakan mekanisme pushrod, sedangkan belakang memakai pull rod. Gerakan roda diteruskan melalui batang menuju komponen suspensi yang berada di dalam.

Penempatan tersebut mengurangi komponen yang terkena aliran udara. Massa dekat roda juga dapat ditekan sehingga suspensi lebih cepat mengikuti perubahan permukaan.

Peredam mempunyai penyetelan empat arah. Tim teknis dapat mengatur respons kompresi serta rebound pada gerakan lambat maupun cepat.

Ketinggian, sudut roda, kekakuan, dan keseimbangan juga dapat disesuaikan berdasarkan karakter lintasan. Perubahan kecil dapat menghasilkan perbedaan besar pada mobil dengan downforce tinggi.

Sistem suspensi tidak dirancang untuk melewati lubang atau polisi tidur. Rentang geraknya dibuat untuk permukaan sirkuit yang rata dan penggunaan ban balap.

Rem Karbon Membutuhkan Temperatur Kerja

McLaren memasang sistem pengereman karbon dengan kaliper enam piston pada bagian depan dan empat piston di belakang. Komponen tersebut dirancang untuk menghadapi perlambatan berulang dari kecepatan sangat tinggi.

Material karbon mempunyai ketahanan panas dan bobot yang sesuai bagi kendaraan sirkuit. Namun, rem memerlukan temperatur kerja sebelum memberikan performa optimal.

Pengemudi harus melakukan putaran persiapan untuk menghangatkan rem dan ban. Menekan pedal secara penuh ketika komponen masih dingin dapat menghasilkan respons berbeda dari yang diharapkan.

Distribusi pengereman dapat disesuaikan. Pengaturan membantu pengemudi menentukan keseimbangan antara kestabilan belakang dan kekuatan roda depan.

Pengereman turut dibantu oleh hambatan aerodinamika. Ketika pedal ditekan pada kecepatan tinggi, sayap, bodi, dan lantai menghasilkan gaya yang membantu menurunkan laju.

Tekanan ke bawah juga membuat ban mampu menerima pengereman lebih besar. Seiring kecepatan turun, bantuan aerodinamika berkurang sehingga pengemudi harus menyesuaikan tekanan pedal.

Ban Slick Menjadi Penghubung Utama dengan Lintasan

Solus GT menggunakan ban slick khusus yang tidak mempunyai alur untuk membuang air. Permukaan kontak luas memberikan cengkeraman tinggi pada lintasan kering.

Ban memerlukan temperatur dan tekanan tertentu. Sebelum kendaraan keluar, tim akan menyiapkan ban agar berada dalam kondisi yang sesuai.

Temperatur terlalu rendah membuat kompon kurang mencengkeram. Jika terlalu panas, permukaan dapat menurun kualitasnya dan kendaraan mulai tergelincir.

Ukuran ban depan serta belakang berbeda karena roda belakang harus menyalurkan tenaga mesin. Lebar yang lebih besar juga membantu menahan beban aerodinamika pada poros belakang.

Ban slick tidak sesuai untuk hujan deras. Pemilik membutuhkan pilihan ban lain apabila kendaraan dijalankan pada permukaan basah.

Kondisi ban diperiksa setelah setiap sesi. Tekanan, temperatur, tingkat keausan, dan kerusakan permukaan memberi informasi bagi teknisi untuk mengubah pengaturan.

Goodwood Membuktikan Kecepatan Solus GT

Solus GT melakukan penampilan dinamis di Goodwood Festival of Speed 2023. Mobil dikendarai oleh pembalap pabrikan McLaren, Marvin Kirchhöfer.

Dalam sesi adu waktu, Solus GT mencatat 45,34 detik dan menjadi kendaraan tercepat pada shootout tahun tersebut. Lintasan Goodwood mempunyai permukaan sempit dengan area perlindungan yang berbeda dari sirkuit modern.

Hasil itu memperlihatkan kemampuan kendaraan mengelola tenaga serta downforce pada lintasan yang menuntut ketepatan tinggi. Pengemudi tidak mempunyai ruang besar untuk melakukan koreksi.

Suara V10 menjadi perhatian karena sangat berbeda dari mesin V8 turbo yang identik dengan sebagian besar mobil modern McLaren. Putaran tinggi menghasilkan nada tajam yang terdengar seperti mobil balap era tertentu.

Catatan tersebut bukan rekor sepanjang masa Goodwood. Rekor keseluruhan masih berada pada kendaraan lain dengan waktu lebih cepat. Solus GT tetap menjadi pemenang resmi shootout 2023.

“Penampilan di Goodwood memperlihatkan bahwa Solus GT bukan sekadar karya desain yang dapat bergerak. Mobil ini benar benar mempunyai kemampuan untuk mencatat waktu kompetitif dalam lintasan yang sulit.”

Hanya 25 Pemilik Mendapat Program Khusus

Produksi sebanyak 25 unit membuat Solus GT menjadi salah satu McLaren modern paling langka. Seluruh pemilik mengikuti proses personalisasi yang melibatkan posisi mengemudi, kursi, perlengkapan keselamatan, warna, dan detail kendaraan.

Harga awal dilaporkan berada di kisaran jutaan pound sterling sebelum pajak serta personalisasi. Nilai akhir dapat meningkat berdasarkan pilihan material dan program McLaren Special Operations.

Mobil tidak dapat digunakan di jalan umum. Pemilik memerlukan sarana pengangkut tertutup untuk membawanya menuju sirkuit.

Tim teknis juga dibutuhkan untuk menyiapkan mesin, transmisi, ban, rem, suspensi, dan sistem elektronik. Solus GT tidak dirancang untuk dinyalakan lalu digunakan tanpa pemeriksaan.

McLaren menyediakan program pengembangan kemampuan pengemudi. Pelatihan membantu pemilik memahami teknik pengereman, perpindahan gigi, penggunaan downforce, serta cara menerima gaya fisik.

Kebugaran menjadi bagian penting karena kendaraan dapat menghasilkan gaya yang menyerupai mobil balap profesional. Leher, bahu, tangan, dan tubuh bagian tengah harus mampu mempertahankan kontrol sepanjang sesi.

Perawatan V10 Mengikuti Pola Kendaraan Balap

Mesin V10 berputaran tinggi membutuhkan jadwal pemeriksaan berdasarkan waktu penggunaan, bukan sekadar jarak tempuh. Data mesin direkam selama kendaraan berjalan untuk mengetahui tekanan, temperatur, putaran, dan beban.

Setelah sesi, teknisi memeriksa cairan, sambungan, filter, sistem pendingin, serta kemungkinan kebocoran. Oli perlu mempunyai spesifikasi khusus untuk menghadapi temperatur dan putaran ekstrem.

Transmisi sekuensial juga mempunyai batas usia komponen. Kopling karbon, roda gigi, aktuator, dan bantalan diperiksa berdasarkan jumlah perpindahan serta beban.

Struktur karbon diteliti jika kendaraan melewati kerb secara keras atau mengalami benturan. Kerusakan komposit tidak selalu terlihat jelas dari permukaan.

Rem dan ban menjadi komponen yang paling sering memerlukan perhatian. Penggunaan sirkuit mempercepat keausan, terutama jika mobil dijalankan mendekati batas kemampuan.

Penyimpanan membutuhkan ruangan dengan temperatur serta kelembapan terkontrol. Baterai, bahan bakar, cairan, ban, dan sistem elektronik perlu dijaga ketika mobil tidak digunakan dalam waktu lama.

Solus GT Tidak Terikat Homologasi Balap

Walaupun mempunyai teknologi kendaraan kompetisi, Solus GT tidak dikembangkan untuk memenuhi regulasi FIA pada satu kelas tertentu. Mobil ini juga tidak dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan resmi.

Kebebasan tersebut memungkinkan McLaren menentukan bobot, tenaga, aerodinamika, serta bentuk kokpit tanpa harus mengikuti Balance of Performance.

Di sisi lain, pemilik tidak dapat langsung memasukkannya dalam perlombaan GT3, Hypercar, atau Le Mans Prototype. Penggunaan lebih diarahkan pada kegiatan lintasan pribadi dan acara khusus.

Tidak adanya homologasi jalan raya berarti lampu, emisi, tingkat kebisingan, perlindungan pejalan kaki, dan sejumlah perangkat lain tidak mengikuti persyaratan mobil produksi biasa.

Kendaraan juga tidak membawa kenyamanan untuk perjalanan panjang. Kabin sempit, suspensi keras, suara transmisi, panas, dan posisi duduk semuanya mengutamakan kendali di sirkuit.

Solus GT berada dalam ruang tersendiri sebagai kendaraan koleksi yang benar benar dapat digunakan untuk mengejar waktu putaran. Nilainya tidak hanya datang dari kelangkaan, tetapi juga dari teknik yang jarang diterapkan pada mobil pelanggan.

Kokpit Tunggal Menentukan Seluruh Karakter Solus GT

Seluruh rancangan Solus GT berpusat pada satu pengemudi. Tidak ada penumpang yang harus diberi kenyamanan, ruang, atau akses keluar masuk.

Posisi tengah membuat pengalaman terasa dekat dengan kendaraan formula. Pengemudi melihat lintasan melalui kanopi dan merasakan mesin berada tepat di belakang tubuh.

Setiap perintah diteruskan melalui setir, pedal, dan paddle. Tidak ada sistem hiburan atau layar besar untuk mengalihkan perhatian dari sesi.

Suara mesin, getaran transmisi, tekanan sabuk, serta gaya pada tikungan menjadi informasi langsung. Pengemudi harus memahami perubahan kecil pada ban dan keseimbangan mobil.

Kendaraan ini menuntut keterlibatan yang lebih tinggi dibandingkan supercar jalan raya. Sistem elektronik tetap tersedia, tetapi tidak menghilangkan kebutuhan terhadap teknik, keberanian, konsentrasi, serta kebugaran.

Produksi terbatas, mesin V10, bobot rendah, dan downforce sangat besar menjadikan Solus GT salah satu proyek paling ekstrem McLaren. Setiap unit sekaligus menjadi bukti bahwa konsep dari layar permainan dapat diterjemahkan menjadi kendaraan sirkuit yang berfungsi penuh.