Mercedes AMG G 63 Tetap Bertenaga V8, Harga Indonesia Mulai Rp8,85 Miliar

Otomotif225 Views

Mercedes G63 masih menjadi salah satu SUV performa tinggi paling mudah dikenali di dunia. Nama resminya Mercedes AMG G 63, sebuah model yang memadukan bentuk kotak khas G Class dengan mesin V8 biturbo, kemewahan kabin, kemampuan melintasi medan berat, serta teknologi berkendara yang terus diperbarui. Generasi terbarunya mempertahankan identitas tersebut sambil memperoleh sistem elektrifikasi 48 volt dan sejumlah teknologi baru untuk meningkatkan respons mesin maupun kenyamanan.

Mercedes Benz Indonesia saat ini mencantumkan Mercedes AMG G 63 dengan harga mulai Rp8,85 miliar. Harga tersebut dapat bertambah mengikuti spesifikasi, pilihan warna, paket personalisasi, serta perlengkapan tambahan yang dipilih konsumen. Di balik banderol tersebut terdapat mesin berkapasitas 3.982 cc yang menghasilkan 585 hp dan torsi maksimum 850 Nm. SUV dengan bobot lebih dari 2,5 ton ini mampu berakselerasi dari posisi diam sampai 100 km per jam hanya dalam 4,4 detik.

Mercedes G63 Mempertahankan Mesin V8 yang Menjadi Ciri Utamanya

Saat sejumlah kendaraan performa mulai beralih menggunakan mesin berkapasitas lebih kecil, Mercedes AMG G 63 tetap mempertahankan mesin AMG V8 biturbo 4,0 liter. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 430 kW atau sekitar 585 hp pada 6.000 rpm dengan torsi 850 Nm yang tersedia pada rentang 2.500 sampai 3.500 rpm.

Tenaga kemudian disalurkan melalui transmisi AMG SPEEDSHIFT TCT 9G. Transmisi sembilan percepatan tersebut dirancang untuk memberikan perpindahan gigi cepat ketika pengemudi membutuhkan performa sekaligus tetap memberikan karakter berkendara lebih lembut dalam penggunaan sehari hari.

Mesin V8 menggunakan dua turbocharger yang ditempatkan di antara kedua sisi silinder. Posisi tersebut membantu memperpendek jalur gas buang menuju turbo sehingga respons terhadap injakan pedal gas dapat berlangsung lebih cepat.

Suara mesin tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman mengendarai G 63. Sistem knalpot AMG dengan saluran keluar di sisi kendaraan membuat karakter V8 semakin mudah dikenali ketika putaran mesin meningkat.

Menurut penulis, mempertahankan mesin V8 merupakan salah satu alasan G 63 masih mempunyai karakter yang sulit digantikan SUV mewah lain. Tenaganya besar, tetapi cara mesin tersebut menghasilkan suara dan dorongan menjadi bagian penting dari identitas mobil ini.

Teknologi 48 Volt Membantu Mesin Saat Membutuhkan Dorongan Tambahan

Perubahan penting pada Mercedes AMG G 63 terbaru berada pada sistem 48 volt dengan Integrated Starter Generator. Sistem tersebut memberikan tambahan tenaga sekitar 15 kW atau 20 hp serta torsi tambahan sampai 200 Nm untuk waktu tertentu ketika dibutuhkan.

Teknologi tersebut bukan menggantikan mesin V8. Fungsinya membantu mesin pembakaran dalam pada kondisi tertentu, terutama ketika kendaraan membutuhkan respons awal yang cepat. Sistem listrik juga dapat melakukan pemulihan energi serta membantu mengoperasikan sejumlah komponen kendaraan.

Dengan tambahan tersebut, karakter mesin menjadi lebih halus ketika mobil mulai bergerak atau ketika sistem start stop bekerja. Meski menggunakan elektrifikasi ringan, G 63 tetap mempertahankan pengalaman berkendara yang berpusat pada mesin V8.

Mercedes menyebut kombinasi tersebut sebagai salah satu perubahan penting pada G 63 generasi terbaru. Sistem 48 volt memberikan kemampuan tambahan tanpa menghilangkan karakter mesin yang selama ini menjadi daya tarik utamanya.

Akselerasi 4,4 Detik Terasa Tidak Biasa untuk SUV Berbobot 2,5 Ton

Ukuran Mercedes G63 memberikan kesan bahwa mobil ini lebih cocok melaju santai dibanding mengejar performa. Angka resmi justru memperlihatkan hal sebaliknya.

Dengan tenaga 585 hp dan torsi 850 Nm, Mercedes AMG G 63 membutuhkan sekitar 4,4 detik untuk bergerak dari posisi diam sampai 100 km per jam. Kecepatan tertinggi pada spesifikasi tertentu dapat mencapai 240 km per jam.

Angka tersebut semakin menarik karena bobot kosong G 63 berada sekitar 2.560 kilogram. Panjang kendaraan mencapai sekitar 4.873 mm, lebar keseluruhan sekitar 2.187 mm, dan tinggi sekitar 1.969 mm.

Perpaduan mesin besar, transmisi sembilan percepatan, dan sistem penggerak empat roda membuat tenaga dapat disalurkan dengan kuat ketika mobil berakselerasi.

Karakter tersebut membuat G 63 berada pada posisi yang cukup unik. Mobil ini memiliki konstruksi yang tetap dirancang serius untuk medan berat, tetapi performanya di jalan beraspal sudah mendekati sejumlah mobil sport.

Suspensi AMG Active Ride Control Membuat Bodi Besar Lebih Terkendali

Mercedes tidak hanya menambah tenaga. Sistem suspensi juga memperoleh perhatian besar karena G 63 memiliki bodi tinggi dan bobot yang cukup besar.

Mercedes AMG G 63 terbaru menggunakan AMG Active Ride Control Suspension. Sistem ini bekerja untuk mengendalikan gerakan bodi ketika mobil berbelok, melakukan pengereman, atau melewati permukaan jalan yang tidak rata.

Pengaturan suspensi dapat menyesuaikan karakter kendaraan berdasarkan program berkendara yang digunakan. Pengemudi dapat memilih karakter yang lebih nyaman untuk perjalanan biasa atau respons yang lebih agresif ketika ingin menikmati performa.

Teknologi tersebut penting karena karakter dasar G Class berbeda dari SUV yang sejak awal dibuat menggunakan platform jalan raya. G Class mempertahankan konstruksi yang mendukung penggunaan off road, sehingga Mercedes perlu mengembangkan sistem suspensi yang mampu menggabungkan kemampuan medan berat dengan kestabilan pada kecepatan tinggi.

Hasilnya adalah kendaraan tinggi yang dapat terasa lebih terkendali ketika digunakan di jalan berkelok dibanding generasi G Class yang lebih tua.

Tiga Differential Lock Tetap Menjadi Senjata Utama di Medan Berat

Penampilan mewah tidak menghilangkan kemampuan asli Mercedes G63 sebagai kendaraan segala medan. Mobil ini tetap dilengkapi tiga differential lock yang dapat mengunci distribusi tenaga ketika salah satu atau beberapa roda kehilangan traksi.

Tiga pengunci tersebut bekerja pada differential tengah, belakang, dan depan. Tombolnya ditempatkan secara jelas pada bagian tengah dashboard, sebuah desain yang sudah lama menjadi ciri G Class.

Pengemudi juga mendapatkan sistem LOW RANGE untuk menghadapi medan yang membutuhkan tenaga besar pada kecepatan rendah. Kombinasi tersebut memungkinkan G 63 melewati permukaan licin, jalur berbatu, pasir, tanjakan curam, serta medan yang tidak dapat dilalui SUV jalan raya biasa dengan mudah.

Buku panduan terbaru Mercedes AMG mencantumkan kemampuan melintasi genangan sampai sekitar 700 mm. Sudut pendekatan mencapai sekitar 27,2 derajat, sementara sudut keberangkatan dapat mencapai sekitar 29,9 derajat pada konfigurasi tanpa trailer hitch. Kendaraan juga dirancang untuk menghadapi tanjakan sampai 100 persen dalam kondisi yang sesuai.

Angka tersebut menunjukkan bahwa kemampuan off road G 63 bukan sekadar bagian dari penampilannya.

Transparent Bonnet Membantu Pengemudi Melihat Area di Depan Mobil

Teknologi kamera pada G Class terbaru juga digunakan untuk membantu ketika kendaraan bergerak melalui medan sulit. Salah satu fitur yang menarik adalah Transparent Bonnet.

Sistem tersebut memanfaatkan kamera depan dan kamera pada spion untuk menghasilkan gambar virtual mengenai area tepat di depan dan di bawah bagian depan kendaraan. Informasi kemudian ditampilkan pada layar tengah.

Pengemudi dapat melihat posisi batu, lubang, jalur roda, ataupun bagian medan yang tidak terlihat langsung dari balik kap mesin. Fitur tersebut berguna karena posisi duduk G Class cukup tinggi dan bagian kap mempunyai bentuk panjang serta datar.

Selain kamera, Offroad Cockpit memberikan berbagai informasi seperti posisi kendaraan, kompas, ketinggian, sudut kemudi roda depan, tekanan ban, temperatur ban, tenaga mesin, torsi, serta status differential lock.

Teknologi ini memperlihatkan bagaimana karakter lama G Class tetap dipertahankan tetapi dilengkapi perangkat digital yang membuat pengemudi memperoleh lebih banyak informasi ketika berada di jalur sulit.

Desain Kotak Tetap Dipertahankan Meski Teknologi Terus Berubah

Salah satu alasan Mercedes G63 mudah dikenali adalah desainnya hampir tidak mengikuti bentuk SUV modern yang semakin aerodinamis. Garis bodi masih tegak, kaca depan relatif vertikal, lampu utama berbentuk bulat, serta ban cadangan tetap ditempatkan pada pintu belakang.

Bagian depan G 63 memperoleh grille khas AMG dengan bilah vertikal. Bumper dibuat lebih agresif dan lubang udara besar memberikan perbedaan visual dibanding G Class biasa.

Fender dibuat lebih lebar untuk menampung roda berukuran besar. Sistem knalpot AMG keluar melalui sisi kendaraan, sedangkan emblem AMG ditempatkan pada beberapa bagian eksterior.

Mercedes juga menyediakan program MANUFAKTUR yang memungkinkan konsumen memilih kombinasi warna, material, roda, serta detail eksterior dengan variasi cukup luas.

Walaupun terus diperbarui, desain dasar G Class mempunyai hubungan langsung dengan model pertama yang diperkenalkan pada 1979. Mercedes pertama kali memperkenalkan seri 460 kepada publik pada Februari 1979 di Toulon, Prancis. Produksinya dilakukan di Graz, Austria, lokasi yang tetap memiliki hubungan erat dengan G Class hingga sekarang.

Kabin Mewah Tetap Membawa Identitas Kendaraan Off Road

Masuk ke dalam Mercedes G63 memberikan suasana yang berbeda dari tampilan eksteriornya. Bentuk luar masih terlihat seperti kendaraan segala medan klasik, sementara bagian dalam diisi material mewah dan teknologi digital.

Kulit Nappa tersedia untuk membungkus jok dan sejumlah bagian kabin. Kursi dapat dilengkapi fungsi multicontour untuk memberikan dukungan tubuh lebih baik. Berbagai kombinasi warna serta jahitan dapat dipilih melalui program personalisasi.

Dashboard tetap mempertahankan pegangan besar di depan penumpang. Tiga tombol differential lock masih berada di bagian tengah, tetapi sekarang dikelilingi sistem infotainment dan panel digital modern.

Mercedes menggunakan sistem MBUX yang menyediakan navigasi, pengaturan kendaraan, informasi perjalanan, multimedia, serta tampilan khusus off road. Layar digital berukuran 12,3 inci menjadi bagian penting dari kokpit G Class terbaru.

Kombinasi ini membuat interior G 63 tidak sepenuhnya meninggalkan sejarahnya sebagai kendaraan medan berat. Beberapa elemen klasik tetap terlihat meski material dan teknologi yang digunakan sudah berada pada kelas SUV premium.

Menurut penulis, desain G 63 berhasil bertahan karena Mercedes tidak mencoba mengubahnya menjadi SUV modern biasa. Bentuk kotak, lampu bulat, pintu belakang dengan ban cadangan, dan tombol differential lock tetap menjadi ciri yang membuat mobil ini langsung dikenali.

Mercedes G63 Berasal dari G Class yang Sudah Ada Sejak 1979

G Class memiliki perjalanan yang jauh lebih panjang dibanding banyak SUV premium yang beredar sekarang. Pengembangannya dimulai melalui kerja sama Daimler Benz dan Steyr Daimler Puch pada awal dekade 1970.

Model produksi pertama diperkenalkan pada 1979. Ketika itu, kendaraan tersebut lebih berorientasi pada kebutuhan off road, militer, pemerintah, dan pengguna yang membutuhkan mobil dengan kemampuan medan berat.

Selama puluhan tahun, Mercedes secara bertahap memasukkan kenyamanan, mesin lebih bertenaga, teknologi keselamatan, dan perlengkapan mewah ke dalam G Class.

AMG kemudian membawa karakter performa ke platform tersebut. Mesin besar, suspensi khusus, sistem pengereman yang lebih kuat, desain agresif, dan interior premium membuat G 63 berkembang menjadi salah satu varian G Class yang paling dikenal.

Mercedes sendiri menyebut G Class sebagai salah satu ikon otomotif yang terus berkembang tanpa meninggalkan karakter dasarnya sejak 1979.

Harga Mercedes AMG G 63 di Indonesia Mulai Rp8,85 Miliar

Bagi konsumen Indonesia, Mercedes Benz saat ini mencantumkan harga New Mercedes AMG G 63 mulai Rp8.850.000.000. Harga tersebut berada jauh di atas G Class reguler yang tercantum mulai sekitar Rp6,11 miliar.

Harga G 63 dapat berubah mengikuti perlengkapan tambahan serta personalisasi yang dipilih. Program MANUFAKTUR menyediakan pilihan warna dan detail khusus yang dapat membuat konfigurasi setiap kendaraan berbeda.

Mercedes Benz Indonesia mencantumkan G 63 sebagai kendaraan CBU. Mesin yang digunakan berkapasitas 3.982 cc dengan tenaga 585 hp. Harga resmi juga dapat mengikuti ketentuan pajak, konfigurasi kendaraan, serta ketersediaan unit.

Dengan panjang 4.873 mm dan bobot kosong sekitar 2.560 kilogram, pemilik juga mendapatkan kendaraan yang membutuhkan ruang cukup besar untuk penggunaan sehari hari. Konsumsi bahan bakar resmi tercatat sekitar 14,7 sampai 15,7 liter per 100 kilometer berdasarkan pengujian yang dicantumkan Mercedes.

Angka tersebut sejalan dengan karakter mesin V8 biturbo berperforma tinggi. G 63 memang tidak dirancang sebagai pilihan utama bagi pengguna yang mengejar konsumsi bahan bakar rendah. Fokusnya berada pada perpaduan performa, kemewahan, kemampuan medan berat, suara V8, serta bentuk G Class yang sudah dipertahankan selama lebih dari empat dekade.