Chery J6T CSH Buka Selubung di GIIAS 2026, Jarak Tempuh Tembus 1.000 Km

Otomotif218 Views

Chery J6T CSH Buka Selubung di GIIAS 2026, Jarak Tempuh Tembus 1.000 Km Chery Indonesia membuka selubung J6T CSH dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show 2026 di ICE BSD City, Tangerang. SUV berdesain kotak tersebut menjadi tambahan terbaru keluarga J6 Series, tetapi kali ini tidak lagi sepenuhnya mengandalkan baterai seperti J6 dan J6T yang lebih dahulu hadir.

J6T CSH menggunakan teknologi Range Extended Electric Vehicle atau REEV. Motor listrik tetap bertugas sebagai sumber penggerak utama roda, sedangkan mesin bensin digunakan untuk menghasilkan energi listrik ketika dibutuhkan. Kombinasi baterai dan bahan bakar tersebut memungkinkan Chery mengklaim jarak perjalanan gabungan lebih dari 1.000 kilometer.

Model ini diperkenalkan pada 29 Juli 2026. Chery langsung membuka tahap pemesanan awal, tetapi belum mengumumkan harga jual resmi. Perusahaan menyiapkan pemasaran komersial pada kuartal keempat 2026 sekaligus mempersiapkan perakitan lokal untuk pasar Indonesia.

J6T CSH Menambah Pilihan Baru di Keluarga J6

Keluarga J6 mulai dikenal konsumen Indonesia sebagai SUV listrik dengan bentuk kotak yang mempertahankan karakter kendaraan petualangan. Kehadiran J6T kemudian memperkuat tampilan tersebut melalui bodi lebih kekar dan sejumlah perubahan pada kaki kaki serta desain eksterior.

J6T CSH membawa pendekatan berbeda karena konsumen tidak sepenuhnya bergantung pada pengisian baterai.

Vice Director Chery Business Unit Indonesia Budi Darmawan Jantania mengatakan kehadiran model tersebut mengikuti kebutuhan konsumen yang tetap menginginkan sensasi berkendara elektrik, tetapi membutuhkan keleluasaan lebih besar untuk perjalanan jauh.

Pendekatan tersebut cukup menarik untuk Indonesia karena perjalanan antarkota dapat melewati wilayah yang belum mempunyai fasilitas pengisian listrik sebanyak kota besar.

Pengguna masih dapat mengisi baterai ketika fasilitas tersedia. Ketika daya baterai berkurang dalam perjalanan panjang, mesin bensin memberikan sumber energi tambahan bagi sistem listrik kendaraan.

Teknologi REEV Membuat Mesin Bensin Punya Tugas Berbeda

J6T CSH sering disebut sebagai kendaraan hybrid karena mempunyai baterai, motor listrik, serta mesin bensin. Namun, cara kerjanya berbeda dari hybrid konvensional.

Pada sistem REEV yang digunakan J6T CSH, motor listrik menjadi penggerak utama kendaraan. Mesin bensin menjalankan fungsi sebagai pembangkit energi untuk membantu memasok listrik.

Dengan susunan tersebut, karakter respons kendaraan tetap mendekati mobil listrik.

Motor listrik mampu memberikan torsi secara cepat ketika pedal akselerator ditekan. Pengguna tidak harus menunggu putaran mesin meningkat seperti pada kendaraan pembakaran konvensional.

Chery memasukkan sistem tersebut ke dalam keluarga teknologi Chery Super Hybrid atau CSH. Perusahaan menyebut J6T CSH sebagai pilihan bagi konsumen yang menginginkan pengalaman elektrik sekaligus jarak perjalanan yang lebih panjang.

Jarak Gabungan Diklaim Lebih dari 1.000 Kilometer

Angka paling mencolok dari J6T CSH adalah jarak perjalanannya.

Chery menyebut kendaraan dapat menempuh lebih dari 1.000 kilometer ketika baterai dan tangki bahan bakar berada dalam kondisi penuh. Situs produk resmi Chery Indonesia juga mencantumkan comprehensive mileage sebesar 1.000 kilometer.

Budi menggambarkan jarak tersebut kurang lebih memungkinkan perjalanan dari Jakarta menuju Banyuwangi berdasarkan klaim daya jelajah kendaraan.

Angka tersebut tentunya merupakan klaim berdasarkan metode pengujian dan kondisi tertentu. Jarak sebenarnya dapat berubah berdasarkan kecepatan kendaraan, kondisi jalan, beban, penggunaan pendingin udara, temperatur, gaya berkendara, dan kondisi baterai.

Namun, kemampuan membawa sumber energi tambahan melalui bensin membuat J6T CSH mempunyai karakter penggunaan berbeda dibandingkan J6 berbasis baterai penuh.

Bisa Berjalan 190 Kilometer Hanya Menggunakan Listrik

Meski membawa mesin bensin, J6T CSH tetap dapat digunakan sebagai kendaraan listrik untuk perjalanan tertentu.

Chery mencantumkan jarak perjalanan menggunakan tenaga listrik sampai 190 kilometer berdasarkan standar NEDC pada halaman produk Indonesia.

Jarak tersebut cukup besar untuk ukuran kendaraan REEV.

Dalam penggunaan perkotaan, pemilik yang mempunyai fasilitas pengisian di rumah berpeluang menjalankan banyak perjalanan sehari hari hanya menggunakan energi baterai.

Mesin bensin kemudian lebih banyak diperlukan ketika perjalanan menjadi lebih jauh atau ketika kondisi baterai membutuhkan sumber energi tambahan.

Pola tersebut memungkinkan seseorang menggunakan kendaraan dengan karakter listrik pada perjalanan rutin tetapi tetap membawa cadangan energi untuk perjalanan antarkota.

“Menurut penulis, daya tarik J6T CSH justru berada pada kemampuannya membagi dua kebutuhan. Perjalanan rutin dapat mengandalkan listrik, sementara perjalanan panjang tidak sepenuhnya bergantung pada keberadaan tempat pengisian.”

Tenaga Mencapai 428 PS

J6T CSH bukan sekadar J6 yang mendapatkan tambahan mesin pembangkit listrik.

Chery juga memberi kendaraan tersebut performa yang cukup besar. Halaman resmi perusahaan mencantumkan tenaga mencapai 428 PS dengan torsi 505 Nm.

Kemampuan akselerasi dari posisi diam menuju 100 kilometer per jam diklaim hanya membutuhkan sekitar 5,5 detik.

Angka tersebut tergolong cepat untuk SUV dengan desain kotak dan karakter petualangan.

Laporan mengenai spesifikasi internasional menyebut konfigurasi berpenggerak semua roda menggunakan dua motor listrik untuk menghasilkan tenaga tersebut. Sistem ini memberikan penggerak pada roda depan dan belakang sesuai kebutuhan.

Dengan performa seperti itu, J6T CSH tidak hanya mengandalkan penampilan tangguh.

Tenaga listrik yang besar juga dapat membantu ketika kendaraan membutuhkan akselerasi cepat maupun ketika menghadapi permukaan jalan dengan kebutuhan traksi lebih tinggi.

Ada Tiga Motor dalam Sistem Penggeraknya

Chery Indonesia kemudian menjelaskan konfigurasi J6T CSH ketika model tersebut tampil di GIIAS Surabaya 2026 pada akhir Agustus.

Perusahaan menyebut kendaraan menggunakan three motor architecture yang terdiri atas dua motor listrik untuk sistem intelligent all wheel drive dan satu motor generator.

Susunan tersebut memperlihatkan bagaimana mesin bensin dan sistem listrik bekerja bersama.

Dua motor menangani penggerak kendaraan, sedangkan bagian generator berkaitan dengan produksi energi untuk sistem listrik.

Ini juga menjelaskan mengapa sensasi akselerasi yang ditawarkan tetap mengandalkan karakter motor listrik.

Pengemudi memperoleh respons tenaga langsung tanpa mesin bensin harus menjadi sumber penggerak utama roda.

Ground Clearance 220 Milimeter Mendukung Karakter Petualangan

Karakter J6T CSH masih sangat dekat dengan desain SUV petualangan.

Chery memberikan ground clearance 220 milimeter. Angka tersebut memberikan ruang cukup tinggi antara bagian bawah kendaraan dan permukaan jalan.

Ground clearance tinggi berguna ketika kendaraan menghadapi jalan rusak, permukaan berbatu, tanjakan, atau jalur dengan kontur tidak rata.

J6T CSH juga mempunyai kemampuan melintasi genangan air hingga kedalaman 650 milimeter menurut klaim Chery.

Kemampuan tersebut meningkat dibandingkan J6 listrik yang sebelumnya mempunyai angka sekitar 625 milimeter.

Namun, kemampuan melintasi air tetap tidak berarti kendaraan dapat digunakan sembarangan untuk menerobos banjir.

Kedalaman air, arus, kondisi permukaan, lubang yang tidak terlihat, serta perubahan ketinggian air tetap harus diperhitungkan sebelum kendaraan memasuki genangan.

Desain Kotak Tetap Menjadi Identitas Utama

Dari sisi tampilan, Chery tidak mengubah J6T CSH menjadi crossover dengan garis bodi membulat.

Bentuk kotak tetap dipertahankan sebagai ciri utama J6 Series.

Kap mesin dibuat relatif datar, kaca depan berdiri cukup tegak, sementara bagian samping mempunyai garis yang tegas. Fender besar membantu memberikan kesan kendaraan lebih lebar.

Velg berukuran 21 inci menjadi salah satu pembeda J6T CSH. Ukuran tersebut memberikan proporsi yang lebih besar untuk menyesuaikan postur bodinya.

Desain seperti ini membuat J6T CSH mudah dibedakan dari banyak SUV elektrifikasi lain yang lebih memilih bentuk aerodinamis.

Chery tetap mempertahankan gaya kendaraan petualangan meskipun teknologi di balik bodinya semakin kompleks.

Struktur Aluminium Dipertahankan

Salah satu karakter teknis keluarga J6 adalah penggunaan aluminium pada struktur bodi.

Chery mempertahankan pendekatan tersebut pada J6T CSH. Material aluminium dipilih karena mempunyai bobot relatif ringan sekaligus tahan terhadap korosi.

Pengurangan berat menjadi semakin penting pada kendaraan elektrifikasi karena baterai dan motor menambah massa.

Jika struktur dibuat terlalu berat, energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan kendaraan ikut meningkat.

J6T CSH juga menggunakan H arm aluminium suspension.

Sistem tersebut dirancang untuk membantu menjaga kestabilan dan pengendalian ketika kendaraan bergerak di jalan bergelombang maupun saat melakukan perubahan arah.

Fitur Putar Membantu di Ruang Sempit

Chery memberikan fitur Tank Turn pada J6T CSH ketika memperkenalkannya di GIIAS 2026.

Fungsi tersebut dirancang untuk membantu kendaraan melakukan manuver putar dalam ruang lebih terbatas. Pada halaman produk terbaru, Chery menampilkannya sebagai Turn Pro Function.

Fitur semacam ini memiliki kegunaan lebih jelas pada kendaraan dengan ukuran besar yang digunakan di jalur sempit.

Ketika berada di lintasan tanah atau jalur yang tidak mempunyai ruang luas untuk melakukan putar balik, sistem dapat membantu mengurangi kebutuhan manuver berulang.

Pengemudi tetap harus memperhatikan ruang di sekitar kendaraan.

Sensor dan kamera menjadi pendukung, tetapi kondisi permukaan jalan serta objek di sekitar tetap membutuhkan perhatian langsung.

Sandaran Kursi Belakang Dibuat Lebih Rileks

Perubahan tidak hanya dilakukan pada sistem penggerak.

Chery memperbaiki posisi kursi belakang dengan memberikan sudut sandaran yang lebih rileks.

Perubahan ini terlihat sederhana, tetapi cukup relevan karena J6T CSH justru dipromosikan sebagai kendaraan yang mampu melakukan perjalanan lebih dari 1.000 kilometer.

Perjalanan panjang membuat kenyamanan kursi belakang menjadi semakin penting.

Penumpang membutuhkan posisi duduk yang tidak terlalu tegak agar tubuh tidak cepat merasa lelah.

Perbaikan tersebut sekaligus menunjukkan Chery tidak hanya menambah sumber energi ke J6T, tetapi juga menyesuaikan beberapa bagian kendaraan untuk penggunaan jarak jauh.

Layar 15,6 Inci Mendominasi Bagian Tengah Kabin

Masuk ke dalam kabin, perhatian langsung tertuju pada layar sentuh berukuran 15,6 inci.

Layar tersebut menjadi pusat pengaturan berbagai fungsi kendaraan, konektivitas, navigasi, serta hiburan.

Pendekatan layar besar sudah banyak digunakan pada kendaraan Chery terbaru.

Pengaturan yang sebelumnya membutuhkan banyak tombol fisik kemudian dipindahkan menuju antarmuka digital.

Keuntungannya adalah tampilan dapat diubah melalui perangkat lunak dan berbagai fungsi kendaraan dapat dikumpulkan dalam satu tempat.

Namun, kemudahan penggunaannya tetap ditentukan oleh susunan menu serta seberapa banyak langkah yang diperlukan untuk mengakses fungsi penting selama berkendara.

V2L 6 kW Bisa Menyalakan Peralatan Elektronik

Salah satu fitur yang cukup menonjol adalah Vehicle to Load dengan keluaran sampai 6 kW.

Teknologi tersebut memungkinkan energi dari kendaraan digunakan untuk memasok listrik ke perangkat eksternal.

Kapasitas 6 kW tergolong besar untuk fitur V2L pada kendaraan penumpang.

Peralatan untuk aktivitas luar ruangan seperti lampu, perangkat memasak tertentu, laptop, pendingin portabel, atau perlengkapan elektronik lainnya dapat memperoleh sumber listrik dari kendaraan selama penggunaannya masih berada dalam batas yang ditentukan.

Fitur tersebut cocok dengan posisi J6T CSH sebagai SUV yang diarahkan untuk perjalanan dan kegiatan luar ruangan.

Pemilik tidak harus membawa generator terpisah untuk memperoleh sumber listrik di lokasi yang jauh dari jaringan rumah.

Enam Airbag dan 15 ADAS Disiapkan

Sisi keselamatan menjadi bagian lain yang mendapat perhatian.

J6T CSH dibekali enam airbag serta 15 fitur Advanced Driver Assistance Systems.

ADAS bekerja sebagai sistem bantuan bagi pengemudi.

Fungsi yang tersedia dapat membantu memantau kondisi sekitar kendaraan, menjaga jarak, memberikan peringatan, maupun membantu pengendalian dalam situasi tertentu sesuai fitur yang diaktifkan.

Namun, sistem bantuan tidak menggantikan peran pengemudi.

Pengemudi tetap harus mengawasi jalan, memegang kendali, dan siap mengambil alih ketika kondisi memerlukan tindakan langsung.

Chery juga menggunakan struktur pelindung baterai dengan konstruksi yang disebut Protective Armor with Sandwich Structure pada halaman produk J6T CSH.

J6T CSH Tidak Menggantikan J6 Listrik

Kehadiran versi REEV tidak berarti Chery meninggalkan J6 berbasis baterai penuh.

Keduanya mempunyai sasaran penggunaan berbeda.

J6 listrik tetap cocok untuk konsumen yang ingin sepenuhnya menggunakan tenaga baterai dan mempunyai akses pengisian yang memadai.

J6T CSH diarahkan kepada konsumen yang menyukai pengalaman berkendara elektrik tetapi masih menginginkan fleksibilitas sumber energi saat menempuh perjalanan panjang.

Dengan demikian, Chery justru memperluas pilihan dalam satu keluarga produk.

Konsumen dapat menentukan teknologi berdasarkan pola perjalanan, bukan hanya berdasarkan bentuk kendaraan.

Harga Belum Dibuka saat GIIAS 2026

Meski selubung kendaraan sudah dibuka, satu informasi penting masih disimpan Chery, yaitu harga.

Pada saat pengenalan di GIIAS 2026, perusahaan belum memberikan banderol resmi J6T CSH.

Chery hanya membuka program pre book dan menyediakan kesempatan test drive kepada pengunjung.

Situs resmi Chery sampai akhir Agustus juga masih menampilkan status harga sebagai coming soon.

Hal tersebut berarti konsumen yang melakukan pemesanan awal masih harus menunggu pengumuman komersial sebelum mengetahui posisi harga sebenarnya.

Harga akan menjadi faktor penting karena J6T CSH masuk ke keluarga yang sudah mempunyai J6 dan J6T listrik.

Penjualan Dijadwalkan pada Kuartal Keempat

President Director Chery Group Indonesia Zeng Shuo mengatakan J6T CSH direncanakan mulai dijual pada kuartal keempat 2026.

Periode tersebut berlangsung mulai Oktober sampai Desember.

Chery juga sedang menyiapkan perakitan lokal untuk model tersebut.

Produksi lokal menjadi langkah penting karena Chery telah memperluas jajaran kendaraan elektrifikasinya dengan cukup agresif di Indonesia.

Setelah tampil di GIIAS nasional, J6T CSH kemudian dibawa ke GIIAS Surabaya yang berlangsung pada 26 sampai 30 Agustus 2026. Chery masih menyebut model tersebut berada dalam tahap pre book.

Artinya, sampai akhir Agustus, pengenalan kepada konsumen masih berlangsung sebelum peluncuran komersial dilakukan.

J6T CSH Mengisi Celah antara EV dan Kendaraan Bensin

Posisi J6T CSH menjadi menarik karena kendaraan ini tidak memaksa konsumen memilih antara listrik penuh atau mesin bensin konvensional.

Pengguna tetap memperoleh motor listrik sebagai sumber penggerak utama, tetapi perjalanan tidak sepenuhnya ditentukan oleh kapasitas baterai.

Mesin bensin bekerja sebagai pembangkit energi tambahan ketika diperlukan.

Susunan tersebut dapat menarik konsumen yang sudah tertarik menggunakan kendaraan listrik tetapi masih sering melakukan perjalanan jauh menuju wilayah dengan jaringan pengisian terbatas.

Di sisi lain, pengguna tetap perlu mengisi bahan bakar dan merawat sistem mesin pembakaran sehingga kebutuhan perawatannya tidak sama dengan kendaraan listrik murni.

Pilihan akhirnya akan bergantung pada pola perjalanan setiap pemilik.

Harga Akan Menentukan Seberapa Menarik J6T CSH

Spesifikasi J6T CSH sudah memberikan gambaran cukup lengkap mengenai posisinya.

Daya gabungan mencapai 428 PS, torsi 505 Nm, akselerasi 5,5 detik, jarak listrik sampai 190 kilometer, perjalanan gabungan sekitar 1.000 kilometer, ground clearance 220 milimeter, V2L 6 kW, enam airbag, dan 15 ADAS menjadi modal yang cukup besar.

Namun, seluruh perlengkapan tersebut masih menyisakan satu pertanyaan besar berupa harga jual.

Chery perlu menempatkannya dengan hati hati agar tidak terlalu dekat dengan model lain di keluarga J6 maupun SUV elektrifikasi yang sudah beredar.

Ketika harga resmi diumumkan pada periode peluncuran komersial, konsumen baru dapat membandingkan secara penuh nilai J6T CSH dengan J6 dan J6T listrik.

Sampai saat itu, kemunculannya di GIIAS 2026 setidaknya telah memperlihatkan arah baru keluarga J6. Bentuk kotak dan karakter petualangan tetap dipertahankan, tetapi sistem penggeraknya kini memberikan pilihan bagi pengguna yang ingin menjalankan perjalanan panjang tanpa sepenuhnya bergantung pada baterai.