Teknologi VPD Bikin Mobil Bisa Parkir Sendiri, Begini Cara Kerjanya Teknologi parkir pintar kembali menjadi perhatian setelah Chery memperkenalkan Valet Parking Driver atau VPD. Fitur ini dirancang untuk membuat mobil dapat mencari tempat parkir, bermanuver di area sempit, masuk ke slot parkir, lalu kembali mendekati pengguna melalui perintah dari aplikasi. Kehadirannya menjadi salah satu gambaran baru tentang arah kendaraan modern yang tidak hanya fokus pada tenaga mesin, tetapi juga kemudahan penggunaan di perkotaan.
VPD diperkenalkan Chery sebagai sistem parkir cerdas berbasis kecerdasan buatan. Teknologi ini disebut mampu membuat kendaraan melakukan manuver secara mandiri di area parkir tertutup, termasuk mencari ruang kosong dan menghindari hambatan. Omoda dan Jaecoo juga menyiapkan teknologi ini untuk debut global, dengan sasaran penggunaan di lokasi padat seperti pusat belanja, apartemen, dan gedung perkantoran.
Apa Itu Teknologi VPD
VPD adalah singkatan dari Valet Parking Driver. Secara sederhana, teknologi ini membuat mobil berperan seperti valet pribadi. Pengemudi tidak harus selalu berada di dalam kendaraan ketika mobil mencari tempat parkir atau keluar dari slot parkir.
Sistem ini berbeda dari parkir otomatis biasa. Pada fitur parkir otomatis konvensional, pengemudi biasanya tetap berada di dalam mobil dan kendaraan hanya membantu mengatur setir, pedal, atau posisi masuk parkir. Pada VPD, mobil dapat bergerak sendiri dalam area tertentu dengan bantuan sensor, kamera, pemetaan, dan sistem kecerdasan buatan.
Chery menyebut VPD sebagai teknologi parkir pintar generasi baru yang dibuat untuk mengurangi kesulitan pengemudi saat mencari ruang parkir dan bermanuver di area sempit. Fitur ini tidak hanya membantu memasukkan mobil ke slot, tetapi juga mengatur jalur kendaraan menuju lokasi parkir yang tersedia.
Mobil Bisa Jalan Sendiri di Area Parkir
Daya tarik terbesar VPD adalah kemampuan mobil bergerak sendiri di area parkir. Pengguna dapat turun di titik tertentu, lalu kendaraan melanjutkan perjalanan untuk mencari ruang kosong. Setelah slot tersedia, mobil masuk ke tempat parkir secara mandiri.
Teknologi ini dirancang untuk kondisi parkir yang sering membuat pengemudi repot. Misalnya gedung parkir bertingkat, mal padat, apartemen, basement sempit, dan area dengan banyak kendaraan keluar masuk. Dalam situasi seperti itu, mencari parkir bisa memakan waktu dan menguras kesabaran.
Dengan VPD, proses tersebut dapat dibuat lebih sederhana. Mobil mengandalkan sistem deteksi sekitar untuk membaca jalur, kendaraan lain, pejalan kaki, pembatas parkir, dan ruang kosong. Jika berjalan sesuai rancangan, pengguna tidak perlu memutar kendaraan berkali kali hanya untuk mendapatkan slot parkir.
One Tap Departure, Mobil Datang ke Titik Penjemputan
Salah satu fitur utama VPD adalah One Tap Departure. Melalui fitur ini, mobil dapat keluar dari tempat parkir dan bergerak menuju titik penjemputan pengguna hanya dengan perintah dari aplikasi.
Fitur ini berguna saat pengguna membawa banyak barang, bersama anak kecil, mendampingi orang tua, atau sedang berada di area parkir yang jauh dari pintu keluar. Mobil dapat dipanggil untuk mendekat, sehingga pengguna tidak perlu berjalan jauh ke slot parkir.
Chery menjelaskan One Tap Departure memungkinkan mobil secara otomatis mendatangi pengguna melalui satu sentuhan. Sistem akan membawa kendaraan keluar dari tempat parkir dan menelusuri jalur menuju lokasi pengguna, sambil menghindari hambatan di sekitarnya.
One Step Homecoming untuk Parkir Saat Tiba di Rumah
Selain One Tap Departure, ada fitur One Step Homecoming. Fitur ini dirancang untuk mempermudah proses parkir ketika pengguna tiba di rumah, apartemen, atau lokasi yang sering dikunjungi.
Dalam penggunaan harian, area parkir rumah atau apartemen tidak selalu lega. Ada kendaraan lain, tiang, dinding, sepeda motor, atau barang di sekitar garasi. One Step Homecoming membantu kendaraan masuk ke lokasi parkir dengan lebih tertata.
Antara melaporkan bahwa One Step Homecoming dirancang untuk mempermudah proses parkir ketika pengguna tiba di rumah atau hunian vertikal seperti apartemen. Fitur ini menjadi bagian dari pendekatan VPD yang ingin mengurangi kerepotan pengguna sejak kendaraan datang hingga selesai parkir.
Sensor dan Kamera Jadi Mata Kendaraan
Agar mobil bisa berjalan sendiri di area parkir, kendaraan membutuhkan perangkat pengindraan yang lengkap. Sensor dan kamera berfungsi seperti mata kendaraan. Keduanya membantu sistem mengenali garis parkir, kendaraan lain, pejalan kaki, dinding, tiang, dan benda kecil di sekitar mobil.
Pada teknologi parkir pintar, kamera sekitar biasanya memberi gambaran 360 derajat. Sensor ultrasonik membaca jarak benda dekat, sedangkan radar atau sensor tambahan membantu mengenali hambatan di area tertentu. Data dari semua perangkat itu kemudian diproses oleh komputer kendaraan.
Sistem harus bekerja cepat karena area parkir sangat dinamis. Mobil lain bisa tiba tiba mundur, orang bisa berjalan di belakang kendaraan, dan sepeda motor bisa melintas di sela mobil. Karena itu, VPD membutuhkan kemampuan pengambilan keputusan yang cepat dan aman.
Dynamic Decision Making Membantu Mobil Mengambil Keputusan
Teknologi VPD disebut menggunakan Dynamic Decision Making, yaitu kemampuan sistem untuk merespons perubahan situasi parkir. Mobil tidak hanya mengikuti jalur lurus, tetapi juga harus menyesuaikan diri ketika ada hambatan baru.
Jika ada kendaraan berhenti di jalur, sistem perlu memperlambat laju atau memilih jalur lain. Jika ada pejalan kaki lewat, mobil harus berhenti.
Beberapa laporan menyebut VPD memakai pendekatan kecerdasan buatan untuk memahami kondisi parkir yang berubah ubah. Inilah yang membedakannya dari fitur parkir otomatis lama yang biasanya hanya bekerja pada skenario lebih terbatas.
Bukan Berarti Mobil Sepenuhnya Bebas Pengawasan
Meski terdengar canggih, VPD tidak berarti mobil bebas digunakan tanpa batas. Sistem seperti ini biasanya dirancang untuk area tertentu, kecepatan rendah, dan kondisi yang sudah dipetakan atau bisa dikenali sensor.
Pengguna tetap harus memahami batas fitur. Jalan umum, lalu lintas padat, cuaca ekstrem, marka rusak, sinyal lemah, atau sensor kotor dapat memengaruhi kemampuan sistem. Teknologi parkir pintar bekerja paling baik di area yang terkendali dan sesuai ketentuan pabrikan.
Pada fitur parkir jarak jauh milik merek lain, pengemudi tetap memegang kendali melalui tombol atau perangkat kunci. Kia, misalnya, menjelaskan Remote Smart Parking Assist mengontrol setir, kecepatan, dan perpindahan gigi, tetapi kendaraan berhenti bila tombol tidak terus ditekan. Ini menunjukkan fitur parkir pintar umumnya tetap memiliki mekanisme pengawasan pengguna.
Bedanya VPD dengan Remote Smart Parking Assist
Beberapa mobil modern sudah memiliki fitur parkir jarak jauh, seperti Remote Smart Parking Assist dari Hyundai dan Kia. Fitur itu memungkinkan mobil maju atau mundur dari slot parkir saat pengemudi berada di luar kendaraan.
Namun, VPD menawarkan konsep yang lebih luas. Jika fitur parkir jarak jauh umumnya membantu mobil keluar masuk slot, VPD menargetkan kemampuan mencari ruang parkir dan bergerak dalam area parkir secara mandiri.
Hyundai menjelaskan Remote Smart Parking Assist dapat membantu kendaraan masuk atau keluar dari ruang sempit dengan pengemudi berdiri di luar mobil dan memakai tombol pada smart key. Sementara VPD mengarah ke pengalaman seperti valet, yaitu mobil bergerak menuju slot atau mendatangi pengguna di titik penjemputan.
Kenapa Teknologi Ini Dibutuhkan di Kota Besar
Parkir menjadi salah satu masalah harian di kota besar. Pusat belanja, rumah sakit, gedung kantor, apartemen, dan stasiun sering memiliki area parkir padat. Pengemudi harus mencari slot, bermanuver di ruang sempit, lalu berjalan cukup jauh menuju pintu masuk.
Bagi sebagian orang, parkir bukan hal mudah. Pengemudi baru, orang tua, pengguna mobil besar, atau mereka yang sering membawa anak dan barang bisa merasa terbebani saat harus parkir di area sempit. Teknologi seperti VPD mencoba mengurangi tekanan itu.
Jika diterapkan dengan baik, pengguna bisa turun di area drop off, lalu membiarkan mobil mencari parkir sendiri. Saat hendak pulang, mobil dapat dipanggil menuju titik penjemputan. Pengalaman ini mirip memakai jasa valet, tetapi dilakukan oleh sistem kendaraan.
Cocok untuk Mal dan Apartemen
VPD paling relevan di lokasi yang memiliki arus kendaraan padat dan tata parkir teratur. Mal, apartemen, hotel, gedung perkantoran, bandara, dan area komersial menjadi tempat yang paling masuk akal.
Di lokasi seperti itu, sistem dapat dibantu oleh peta digital area parkir. Jika gedung mendukung infrastruktur pintar, mobil dapat lebih mudah mengetahui area kosong, jalur masuk, dan posisi keluar. Teknologi ini akan semakin kuat bila kendaraan terhubung dengan sistem parkir gedung.
Namun, bila area parkir tidak tertata, marka hilang, pencahayaan buruk, atau terlalu banyak kendaraan berhenti sembarangan, sistem dapat bekerja lebih sulit. Karena itu, kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting.
Potensi Masuk ke Mobil Chery, Omoda, dan Jaecoo
Chery telah memperkenalkan VPD secara global. Laporan menyebut teknologi ini akan masuk ke model Tiggo 7 dan Tiggo 8 di kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara pada 2026. Ini membuat peluang teknologi serupa hadir di pasar regional semakin terbuka.
Omoda dan Jaecoo juga disebut menyiapkan VPD sebagai teknologi parkir pintar untuk debut global. Kedua merek ini berada di bawah payung Chery Group dan sedang aktif memperluas pasar di banyak negara, termasuk kawasan Asia Tenggara.
Untuk Indonesia, teknologi seperti ini akan menarik bila hadir pada SUV perkotaan. Mobil berukuran besar sering memberi rasa aman saat dikendarai, tetapi tidak selalu mudah diparkir. VPD dapat menjadi nilai jual tambahan bagi konsumen urban.
Tantangan Penerapan di Indonesia
Indonesia memiliki karakter parkir yang sangat beragam. Ada gedung parkir modern dengan jalur rapi, tetapi ada juga area parkir terbuka yang penuh motor, pedagang, tiang, lubang, dan marka tidak jelas. Teknologi seperti VPD harus mampu beradaptasi dengan kondisi ini.
Tantangan lain adalah kebiasaan pengguna jalan. Pejalan kaki bisa melintas mendadak, petugas parkir memberi arahan manual, dan kendaraan lain bisa berhenti sembarangan di jalur. Sistem harus mampu mengenali situasi tersebut dengan aman.
Selain itu, regulasi juga perlu diperhatikan. Mobil yang berjalan tanpa pengemudi di dalamnya membutuhkan aturan jelas terkait tanggung jawab bila terjadi insiden. Apakah tanggung jawab berada pada pengguna, pabrikan, penyedia software, atau pengelola area parkir, semua perlu diatur dengan hati hati.
Keamanan Data dan Aplikasi Juga Penting
VPD bekerja dengan aplikasi dan konektivitas. Pengguna dapat memanggil mobil, memberi perintah, atau memantau proses parkir dari ponsel. Karena itu, keamanan digital menjadi bagian penting.
Aplikasi harus dilindungi agar tidak mudah diakses pihak lain. Jika akun pengguna diretas atau ponsel berpindah tangan, fitur kendaraan tidak boleh langsung disalahgunakan. Sistem perlu memiliki autentikasi kuat, pembatasan jarak, dan proteksi perintah.
Selain itu, data lokasi kendaraan juga sensitif. Mobil yang terhubung dengan aplikasi dapat menyimpan informasi kebiasaan parkir dan perjalanan. Pabrikan perlu memastikan pengelolaan data dilakukan aman dan transparan.
Tabel Ringkas Teknologi VPD
| Bagian | Penjelasan |
|---|---|
| Nama teknologi | Valet Parking Driver |
| Fungsi utama | Membuat mobil mencari parkir dan keluar dari slot secara mandiri |
| Fitur kunci | One Tap Departure dan One Step Homecoming |
| Perangkat pendukung | Kamera, sensor, radar, pemetaan, aplikasi |
| Sistem utama | Kecerdasan buatan dan pengambilan keputusan dinamis |
| Lokasi ideal | Mal, apartemen, hotel, gedung kantor, area parkir tertata |
| Keunggulan | Mengurangi kerepotan parkir dan mempermudah penjemputan |
| Batasan | Bergantung pada sensor, kondisi area, konektivitas, dan regulasi |
Teknologi Parkir Pintar Tidak Menghapus Peran Pengemudi
VPD membuat proses parkir lebih mudah, tetapi pengemudi tetap harus memahami cara kerja kendaraan. Pengguna perlu tahu kapan fitur boleh digunakan, kapan harus mematikannya, dan apa yang harus dilakukan jika sistem berhenti.
Pengemudi juga harus memastikan area sekitar aman sebelum mengaktifkan fitur. Jangan memakai fitur ini di area yang tidak sesuai, jalan umum yang ramai, atau tempat dengan banyak orang tanpa pengawasan.
Teknologi terbaik tetap membutuhkan pemakaian yang benar. VPD membantu mengurangi beban parkir, tetapi keselamatan tetap bergantung pada desain sistem, kesiapan area, dan kedisiplinan pengguna.
Mobil Modern Makin Dekat dengan Otomatisasi Harian
Kehadiran VPD menunjukkan bahwa otomatisasi kendaraan tidak selalu dimulai dari jalan tol atau perjalanan antarkota. Justru, area parkir menjadi tempat yang sangat cocok untuk pengujian teknologi otomatis karena kecepatannya rendah dan ruangnya lebih terkendali.
Parkir adalah aktivitas kecil yang dilakukan setiap hari, tetapi sering menyita waktu. Jika mobil bisa mengurus proses ini sendiri, pengalaman berkendara berubah cukup besar. Pengguna tidak hanya membeli kendaraan sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai perangkat cerdas yang membantu aktivitas harian.
Dengan VPD, mobil tidak lagi hanya menunggu perintah setir, gas, dan rem dari pengemudi. Mobil mulai diberi kemampuan memahami ruang sekitar, memilih jalur, dan menyelesaikan tugas sederhana secara mandiri. Ini menjadi salah satu langkah penting dalam evolusi kendaraan pintar di pasar otomotif global.






