Nasi tumpeng bagi masyarakat Indonesia terutama suku jawa perannya cukup penting adanya. Dalam setiap acara penting misalnya hajatan, selamatan pasti menyuguhkan nasi tumpeng.

Nasi tumpeng bisa menjadi symbol kejayaan, keselamatan, doa, keberkahan dan lain sebagainya.

Nasi tumpeng adalah sebuah bentuk representasi yang memiliki makna hubungan antara sang pencipta dengan manusia dan juga sebagai hubungan manusia dengan sesamannya. Berikut ini adalah sejarah nasi tumpeng.

  • Menurut penyebaran agama

Sebelum agama islam masuk ke Indonesia, agama hindu masuk terlebih dahulu dan kemudian banyak dianut oleh masyarakat Indonesia pada jaman dahulu. Agama hindu banyak mengajarkan tentang Dewa dan Dewi yang mereka percaya tinggal di gunung-gunung yang ada di Indonesia. ajaran tersebut, mengakibatkan masyarakat percaya bahwa gunung adalah tempat suci karena ditinggali oleh para dewa – dewi, sebagai permohonan kepada dewa-dewi, masyarakat membuat nasi kuning yang dibentuk mengerucut menyerupai gunung untuk meminta perlindungan dan pertolongan kepada mereka.

Setelah islam masuk dan mulai menyebar di Indonesia, tradisi membuat tumpeng sebagai bentuk membuat permohonan kepada tuhan masih terus dilakukan oleh masyarakat. Hanya saja tujuan pembuatan tumpeng bukan lagi ditujukan untuk dewa-dewi melainkan kepada Allah tuhan penguasa alam.

  • Menurut bahasa penamaan

Tumpeng berasal dari bahasa jawa. Tumpeng adalah akronim dari metu kudu sing mempeng, yang artinya jika akan keluar harus melakukannya dengan sungguh-sungguh. Dari akronim tersebut dapat kita lihat bahwa tumpeng adalah representasi yang menggambarkan tekad seseorang ketika akan melakukan sesuatu agar tidak ragu-ragu. Kepercayaan diri dalam mengambil keputusan adalah sesuatu yang sangat penting, oleh karena itu harus dipikirkan sebaik mungkin. kata singkatan itu berasal dari sebuah doa dalam surat al isra ayat 80. Ya Tuhanku masukkanlah aku dengan sebenar-benar nya masuk dan keluarkan lah aku dengan sebenar-benarnya keluar serta jadikanlah dariMu kekuasaan bagiku yang memberikan pertolongan. Menurut beberapa ahli tafsir doa ini bica oleh nabi Muhammad SAW waktu akan hijrah keluar dari kota mekkah menuju kota madinah. Hendaknya jika seseorang memiliki keinginan dengan menyajikan nasi tumpeng maksudnya adalah memohon pertolongan kepada Tuhan yang maha kuasa agar kita memperoleh kebaikan dan terhindar keburukan serta memperoleh kemuliaan.

Penyajian nasi tumpeng Jakarta dan daerah lainnya, biasanya disertai dengan berbagai jenis lauk khas Indonesia seperti mie goreng, tempe kering, irisan telor dadar, tahu goreng, abon, ayam goring dan lain sebagainya. Lauk pauk tersebut tentu saja akan melengkapi kenikmatan nasi tumpeng yang memang sudah lezat.

Masyarakat di pulau jawa, pulau bali dan pulau madura mempunyai tradisi membuat nasi tumpeng untuk acara selamatan atau merayakan suatu peristiwa penting, seperti acara kelahiran atau ulang tahun serta berbagai acara syukuran lainnya. Meskipun demikian hamper seluruh masyarakat Indonesia mengenal nasi tumpeng. Falsafah tumpeng berkaitan erat dengan kondisi geografis Indonesia terutama pulau jawa yang banyak memiliki gunung api. nasi tumpeng berasal dari tradisi zaman dahulu masyarakat Indonesia yang memuliakan gunung sebagai tempat bersemayan Hyang atau arwah leluhur (nenek moyang).

Tradisi membuat nasi tumpeng telah ada jauh sebelum agama islam masuk ke pulau jawa, tradisi tumpeng pada perkembangannya diadopsi dan dikaitkan dengan filosofi islam. Dan dianggap sebagai pesan leluhur mengenai permohonan kepada yang maha kuasa. perayaan tradisi kenduri slametan pada masyarakat islam tradisional jawa tumpeng disajikan dengan sebelumnya digelar pengajian Alquran.

Sekian informasi tentang sejarah nasi tumpeng semoga bermanfaat bagi teman-teman semuanya.