Apa sih dermatitis atopik itu?

Dermatitis melanda anak-anak, biasa kita kenal dengan eksim. Penyakit kulit yang menyerang anak ini biasanya membuat para orang tua menjadi pusing karena eksim dapat menyebabkan rasa gatal yang amat sangat dirasakan oleh si kecil. Dermatitis sendiri memiliki banyak jenis, dan untuk pembahasan kali ini yaitu dermatitis atopik atau eksim susu. Dilansir dari CNN Indonesia, dermatitis atopik adalah penyakit kulit kronis yang menimbulkan peradangan pada kulit, dan menyebabkan rasa gatal, kulit yang kering, dan kulit pecah-pecah. Jika dibiarkan saja, maka akan memperburuk kondisi kulit anak. Karena biasanya pada saat malam hari, intensitas gatal akan semakin meningkat dan akan mengganggu aktivitas anak-anak kita, mereka pun juga tidak akan nyaman saat bermain.

Penyebab Terjadinya Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik ini termasuk penyakit kronis, di mana si penderita tidak memiliki kata sembuh dari penyakit kulit ini. Suatu saat bisa saja penyakit kulit ini kembali menyerang jika ada faktor pemicunya. Faktor pemicu pada setiap orang berbeda-beda, ada yang dikarenakan daya tahan tubuhnya yang menurun, sensitif terhadap bulu hewan, sensitif akan debu, faktor dari cuaca ekstrim seperti terlalu panas atau terlalu dingin, stres, bahan pakaian, gigitan serangga, alergi terhadap makanan, penggunaan produk sabun atau perawatan kulit, atau adanya zat iritan. Dan ada juga pendapat yang mengatakan bahwa dermatitis atopik adalah penyakit genetik, di mana jika orang tua memiliki riwayat penyakit ini maka akan menurunkan kepada anaknya gen penyakit tersebut.

Siapa saja yang beresiko terkena dermatitis atopik?

Semua orang beresiko, terutama mereka yang saat kecilnya mengalami dermatitis atopik ini. Maka sudah terhitung bahwa mereka akan mengidap dermatitis atopik seumur hidup. Namun, gejala yang dapat dilihat sebagai acuannya terjadi pada usia 3 hingga 11 tahun.

Apakah dermatitis atopik dapat diobati?

Pengobatan yang diberikan untuk penderita dermatitis atopik bukan bertujuan untuk menyembuhkan atau memusnahkan si penyakit dermatitis atopik. Yang sudah kita ketahui bahwa mereka yang mengidap eksim ini saat kecil, menandakan mereka adalah carrier yang membawa gen dermatitis atopik seumur hidupnya. Dan pengobatan dalam kasus ini, bukan untuk menyembuhkan melainkan untuk mengontrol penyakit dermatitis ini. Dilansir dari Alodoc, penanganan dermatitis secara mandiri berupa pengendalian stres, tetap menjaga kesehatan kulit, dan menghindari faktor pemicu eksim tersebut. Pengobatan setiap orang pun berbeda, namun biasanya pengidap eksim ini akan mendapatkan pengobatan oral, oles, dan phototherapy. Namun, yang paling banyak digunakan adalah pengobatan oles. Pemberian pengobatan oral diberikan jika ditemukan infeksi yang menyertai penyakit dermatitis itu, dan obat oral ini berfungsi untuk membantu mengurangi rasa gatal yang terasa dan memperkuat daya tahan tubuh.

Apakah dermatitis atopik dapat dicegah?

Pencegahan yang dilakukan untuk menghindari anak kita dari dermatitis atopik ini bisa dilakukan secara mandiri. Misalnya dengan mulai membiasakan anak kita untuk mandi menggunakan sabun yang ber-PH netral atau yang mengandung pelembab, menggunakan krim khusus yang dioleskan ke kulit setiap kulit menunjukkan gejala awal dermatitis atopik, menggunakan pakaian dengan bahan yang nyaman, mencuci pakaian menggunakan sabun deterjen yang lembut dan baik untuk semua bahan pakaian. Yang paling penting adalah tetap memperhatikan pola makan si kecil, perhatikan apa saja makanan yang menjadi faktor alergan si anak agar dermatitis atopik tidak kembali menyerang.