Adab – Adab Berdoa Agar Dikabulkan Oleh Allah Ta’ala

  • Bataviase
  • Jul 29, 2022
Adab - Adab Berdoa

Doa merupakan permohonan seorang hamba kepada Tuhannya. Allah Subhanahu wa ta’ala akan mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan oleh hamba-hamba-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka Aku sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran. 

Hadits lainnya dari Salman rhadiyyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Tuhan kalian itu malu dan Maha Pemberi. Dia malu kepada hamba-Nya ketika mereka mengangkat tangan kepada-Nya kemudian hamba-Nya kembali dengan tangan kosong (tidak dikabulkan),” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Adab – Adab Berdoa

Agar doa-doa yang dipanjatkan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, maka hendaknya kita memperhatikan adab-adab berdoa.

Lantas, apa saja yang temasuk adab-adab berdoa? Berikut beberapa adab dalam berdoa yang harus kita perhatikan:

  • Memuji Allah Subhanahu wa ta’ala dan bersholawat kepada Nabi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang di antara kamu berdoa, hendaklah dimulai dengan mengagungkan Allah Azza wa Jalla dan memuji-Nya. Setelah itu, bacalah sholawat kepada Nabi. Dan setelah itu, barulah berdoa dengan doa yang dikehendaki.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi).

Bicara soal sholawat, ada beberapa macam sholawat yang bisa dibaca, di antaranya adalah:

  • Sholawat Nariyah

Berikut bacaan Sholawat Nariyah lengkap dengan tulisan latin dan artinya.

“Allahumma shali saholaatan kaamilatan wasallim salaaman taamman ‘alaa sayyidina muhammadinil ladzii tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil kurabu wa tuqdgaa bihil hawaa-iju.

Wa tunaalu bihir-raghaa-ibu wa husnul khowaatimi wa yustasqal ghamaamu bi wajhihil kariimi wa ‘alaa aalihi wa shohbihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi ‘adadi kulli ma’luumin laka.”

Artinya: “Wahai Allah, limpahkanlah rahmat dan salam yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad Shollallahu ‘alahi wassallam. Semoga terurai dengan berkahnya segala macam buhulan dilepaskan dari segala kesusahan, tunaikan segala macam hajat, dan tercapai segala macam keinginan dan husnul khotimah. Dicurahkan air hujan (rahmat) dengan berkah pribadinya yang mulia. Semoga rahmat dan salam yang sempurna itu juga tetap tercurah kepada para keluarga dan sahabat beliau, setiap kedipan mata dan hembusan nafas, sebanyak bilangan yang diketahui oleh Engkau.

  • Sholawat Ibrahimiyah

Allahumma Sholli ‘Alaa Muhammad Wa ‘Alaa Aali Muhammad Kamaa Shollaita ‘Alaa Ibrahim Wa ‘Alaa Aali Ibrahim Innaka Hamidum Majid.

Ya Allah berilah sholawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi sholawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia

  • Sholawat Nur Al-Anwar

“Allahumma shalli ‘alaa nuuril anwarri wasirril asraari, watiryaaqil aghyaari wamiftaahi baabil yasaari, sayyidina wamaulaana Muhammadinil muhtaari wa aalihil ath haari wa ash haabihil ahyaari adada niamillaahi wa ifdhaalih.”

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada cahaya dari segala cahaya, belakang layar dari segenap rahasia, penawar sedih dan kebingungan, pembuka pintu kemudahan, yakni junjungan kamu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terpilih, keluarganya yang suci, dan para sahabatnya yang mulia sebanyak hitungan nikmat Yang Mahakuasa dan karunia-Nya.”

  • Berdoa di Waktu Mustajab

Dalam hal ini, ada beberapa waktu mustajab agar doa dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Waktu mustajab tersebut itu seperti di bulan Ramadhan, hari Arafah, hari Jumat, sepertiga malam terakhir, waktu sahur, dan lain-lain.

  • Menghadap ke Arah Kiblat

Adab lainnya agar doa dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala maka sebaiknya menghadap arah kiblat.