Spesifikasi GWM Wey G9 HEV dan PHEV, MPV Mewah Hi4 Mulai Rp1,15 Miliar GWM memperluas jajaran kendaraan elektrifikasinya di Indonesia melalui Wey G9 Hi4, sebuah MPV premium berkapasitas tujuh penumpang yang hadir dalam pilihan Hybrid Electric Vehicle atau HEV dan Plug in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV. Keduanya menawarkan karakter berbeda, tetapi tetap mengedepankan kabin luas, penggerak empat roda cerdas, tenaga besar, serta perlengkapan kenyamanan yang diarahkan untuk perjalanan keluarga dan bisnis.
Inchcape GWM Indonesia memperkenalkan Wey G9 Hi4 kepada publik Indonesia dalam BCA Expo 2026 di ICE BSD City, Tangerang, pada 11 September 2026. Versi HEV dibanderol Rp1,158 miliar, sementara PHEV dipasarkan Rp1,368 miliar dengan status harga OTR Jakarta. Pemesanan telah dibuka melalui 19 jaringan dealer resmi GWM di Indonesia.
Kehadiran dua jenis sistem elektrifikasi memberi pilihan yang cukup jelas. HEV ditujukan kepada konsumen yang ingin memperoleh efisiensi hybrid tanpa melakukan pengisian listrik dari luar. PHEV menawarkan baterai jauh lebih besar yang memungkinkan mobil berjalan hingga 170 kilometer menggunakan energi listrik berdasarkan pengujian NEDC.
Dimensi GWM Wey G9 Membuat Kabinnya Terasa Besar
GWM Wey G9 masuk kelompok MPV berukuran besar. Dimensinya tercatat memiliki panjang sekitar 5.050 mm, lebar 1.985 mm, tinggi 1.900 mm, serta jarak sumbu roda 3.085 mm. Ground clearance berada di kisaran 155 mm.
Ukuran tersebut memberikan ruang cukup besar bagi konfigurasi tiga baris. Jarak sumbu roda lebih dari tiga meter memungkinkan kursi baris kedua ditempatkan dengan ruang kaki luas tanpa membuat baris ketiga sekadar menjadi tempat duduk darurat.
Konfigurasi tempat duduk menggunakan pola tujuh penumpang. Baris depan diisi pengemudi dan satu penumpang, baris kedua memakai dua kursi individual, sedangkan baris ketiga menyediakan bangku untuk tiga orang.
GWM juga membuat lantai kabin relatif rata. Susunan ini membantu pergerakan penumpang menuju baris kedua maupun ketiga serta membuat ruang kaki terasa lebih terbuka.
Mobil menggunakan pelek alloy 18 inci dengan ban berukuran 245/50 R18. Suspensi bagian depan memakai tipe independen McPherson, sedangkan bagian belakang menggunakan konstruksi multi link. Rem cakram digunakan pada roda depan dan belakang.
Desain Waterfall Grille Menjadi Identitas Bagian Depan
Karakter premium GWM Wey G9 terlihat melalui grille besar dengan bilah vertikal yang oleh pabrikan disebut Waterfall Grille. Inspirasi desainnya mengambil bentuk aliran air terjun sehingga bagian muka terlihat tinggi dan tegas.
GWM Indonesia juga menonjolkan desain Bamboo Taillights pada bagian belakang. Susunan lampunya mengambil inspirasi bentuk batang bambu yang berlapis, dengan pencahayaan memanjang pada buritan.
Dimensi bodi yang besar dipadukan dengan pintu samping yang memudahkan penumpang memasuki kabin. Proporsi atap dibuat cukup tinggi sampai ke baris ketiga agar ruang kepala tetap memadai.
Pilihan warna yang dipasarkan di Indonesia pada tahap awal meliputi Aurora White dan Nebula Black. Kedua warna tersebut tersedia untuk HEV maupun PHEV.
Menurut penulis, kekuatan utama Wey G9 bukan pada desain yang berusaha terlihat agresif, melainkan kemampuannya mempertahankan proporsi MPV besar sekaligus memberikan ruang penumpang yang benar benar dapat digunakan pada ketiga baris.
GWM Wey G9 HEV Menggunakan Mesin Turbo 2.0 Liter
Perbedaan terbesar antara HEV dan PHEV berada pada sistem penggeraknya. Wey G9 Hi4 HEV menggunakan mesin bensin turbo 2.0 liter yang bekerja bersama sistem motor listrik dan Dedicated Hybrid Transmission.
Data spesifikasi untuk pasar Indonesia mencatat tenaga sistem maksimum sebesar 263 kW atau sekitar 353 sampai 358 PS. Torsi gabungannya mencapai 782 Nm. Angka torsi tersebut tergolong sangat besar untuk sebuah MPV keluarga.
Baterai HEV berkapasitas 1,67 kWh. Kapasitasnya memang jauh lebih kecil daripada PHEV karena baterai tersebut tidak dirancang untuk menyimpan energi bagi perjalanan listrik jarak jauh.
Pengemudi tidak perlu menghubungkan mobil ke charger. Baterai memperoleh energi dari sistem kendaraan, termasuk mesin dan pemulihan energi ketika deselerasi atau pengereman.
GWM mengklaim konsumsi bahan bakar HEV berada di sekitar 15 kilometer per liter. Angka pemakaian sebenarnya dapat berubah berdasarkan kepadatan lalu lintas, jumlah penumpang, tekanan ban, penggunaan pendingin kabin, serta gaya mengemudi.
HEV Cocok untuk Pengguna yang Tidak Ingin Mengisi Baterai
Karakter HEV memberi kemudahan kepada pengguna yang tinggal di apartemen atau rumah tanpa fasilitas pengisian kendaraan listrik. Mobil dapat digunakan seperti kendaraan bensin biasa.
Sistem hybrid akan menentukan kapan motor listrik membantu mesin, kapan energi disimpan, dan kapan mesin menjadi sumber tenaga utama. Pengemudi tidak perlu mengatur proses tersebut secara manual setiap perjalanan.
Kelebihan lain berada pada kapasitas baterai yang relatif kecil. Bobot sistem penyimpanan energi tidak sebesar PHEV, meskipun mobil tetap membawa motor listrik, inverter, serta perangkat kontrol hybrid.
HEV juga menarik bagi pengguna yang rutin menempuh perjalanan antarkota dan tidak ingin menyusun perjalanan berdasarkan keberadaan stasiun pengisian.
Wey G9 PHEV Membawa Baterai 44,2 kWh
Versi PHEV mempunyai susunan yang berbeda. Mobil menggunakan mesin bensin turbo 1,5 liter bersama sistem motor listrik dalam teknologi Hi4.
Kapasitas baterainya mencapai 44,2 kWh, jauh melampaui baterai 1,67 kWh pada HEV. Energi sebesar itu memungkinkan Wey G9 PHEV menempuh hingga 170 kilometer menggunakan listrik berdasarkan siklus NEDC.
Tenaga gabungan sistem mencapai 325 kW atau sekitar 442 PS dengan torsi maksimum 642 Nm. Untuk ukuran MPV besar dengan tiga baris kursi, keluaran tersebut menempatkan Wey G9 dalam kelompok kendaraan keluarga berperforma tinggi.
Versi yang menggunakan sistem sama di pasar regional diklaim mampu berakselerasi dari 0 sampai 100 km per jam dalam sekitar 5,7 detik.
Total jarak perjalanan dengan baterai dan bahan bakar penuh diklaim lebih dari 1.000 kilometer. Angka tersebut memberi PHEV kemampuan menjalankan perjalanan pendek memakai listrik, tetapi tetap mempunyai mesin bensin ketika perjalanan berlangsung lebih jauh.
PHEV Bisa Diisi Menggunakan Charger AC dan DC
Berbeda dari HEV, pengguna PHEV dapat menghubungkan mobil dengan sumber listrik eksternal. GWM menyediakan pengisian AC hingga 6,6 kW untuk penggunaan di rumah atau lokasi dengan AC charger.
Pengisian cepat DC juga tersedia hingga 60 kW. GWM menyebut baterai dapat diisi dari 30 persen menuju 80 persen dalam waktu sekitar 26 menit menggunakan charger yang memenuhi kemampuan tersebut.
Waktu aktual masih dipengaruhi temperatur baterai, tingkat daya awal, kemampuan stasiun pengisian, pembagian daya pada charger, serta sistem pengendalian temperatur kendaraan.
PHEV juga memiliki Vehicle to Load dengan keluaran 3,3 kW. Fitur ini memungkinkan energi baterai digunakan untuk mengoperasikan perangkat listrik eksternal, misalnya perlengkapan kegiatan luar ruang atau peralatan elektronik tertentu.
Kemampuan tersebut memberikan fungsi tambahan pada baterai 44,2 kWh. Energi tidak hanya digunakan menggerakkan roda, tetapi dapat dialirkan keluar selama spesifikasi peralatan masih sesuai kemampuan sistem.
Teknologi Hi4 Mengatur Penggerak Empat Roda
Nama Hi4 merupakan singkatan dari Hybrid Intelligent 4WD. Sistem menggabungkan mesin dan motor listrik untuk mengatur tenaga menuju roda depan maupun belakang.
Kedua varian yang dipasarkan di Indonesia menggunakan sistem penggerak AWD. Pengaturan elektronik memungkinkan distribusi tenaga berubah mengikuti kebutuhan akselerasi, traksi, kestabilan, serta efisiensi.
Pada versi PHEV regional, mesin 1,5 liter turbo bekerja bersama Dedicated Hybrid Transmission dan motor listrik pada bagian depan serta belakang. Kombinasinya menghasilkan 325 kW dan 642 Nm.
Sistem AWD dapat membantu ketika kendaraan melakukan akselerasi kuat atau melewati permukaan dengan daya cengkeram yang berbeda antara roda depan dan belakang.
Namun, penggunaan AWD tidak membuat Wey G9 berubah menjadi kendaraan untuk jalur off road berat. Ground clearance sekitar 155 mm dan karakter suspensinya tetap menunjukkan orientasi utama pada kenyamanan jalan beraspal.
PHEV Memiliki Beberapa Pilihan Mode Berkendara
Sistem PHEV menyediakan pengaturan sumber tenaga yang mencakup EV, EV Priority dan HEV. Pengguna dapat memilih penggunaan energi berdasarkan keadaan perjalanan.
Dalam mode EV, mobil mengutamakan tenaga listrik selama keadaan baterai serta sistem memungkinkan. EV Priority tetap memberi prioritas kepada listrik, tetapi mesin dapat ikut bekerja apabila kebutuhan tenaga meningkat atau baterai mencapai batas tertentu.
Mode HEV mengatur kerja mesin dan listrik secara otomatis untuk memperoleh kombinasi performa dan penggunaan energi yang sesuai.
Pilihan karakter berkendara mencakup Eco, Normal, Sport, Snow dan AWD. Pengaturan tersebut mengubah respons kendaraan, distribusi tenaga, serta karakter sistem penggerak.
Kabin Tiga Baris Dibuat seperti Ruang Kelas Bisnis
GWM memberikan perhatian besar pada baris kedua. Dua kursi individual menggunakan desain floating zero gravity dan dibalut material Nappa leather.
Kursi tersebut dilengkapi ventilasi dan fungsi pijat. Sejumlah laporan peluncuran di Indonesia menyebut sistem pijat memiliki 10 titik untuk membantu memberikan kenyamanan ketika perjalanan berlangsung lama.
Konsep zero gravity mengatur posisi badan agar tekanan pada bagian tertentu dapat dikurangi. Kursi juga mempunyai penyangga kaki sehingga penumpang dapat mendapatkan posisi lebih santai.
Di belakang kursi depan tersedia meja lipat. Meja tersebut dapat digunakan untuk meletakkan laptop, tablet, makanan, atau barang kecil selama kendaraan berhenti maupun dalam perjalanan yang sesuai.
GWM tidak hanya memusatkan perhatian pada dua kursi tengah. Baris ketiga tetap dirancang sebagai bagian dari ruang penumpang utama, bukan sekadar kursi tambahan.
Layar 14,6 Inci dan Sistem Audio 21 Speaker
Dasbor GWM Wey G9 dilengkapi central control display berukuran 14,6 inci. Layar tersebut menjadi pusat pengaturan berbagai fungsi hiburan dan kendaraan.
Sistem multimedia pada versi PHEV regional juga mendukung koneksi Apple CarPlay serta Android Auto tanpa kabel. Informasi mengenai dukungan setiap fungsi dapat menyesuaikan spesifikasi perangkat lunak unit Indonesia.
Sistem audionya menggunakan 21 speaker. Jumlah tersebut memperlihatkan orientasi GWM untuk membuat seluruh baris mendapatkan cakupan suara yang lebih merata.
GWM bahkan menyebut tingkat kesenyapan kabin dibuat mendekati suasana perpustakaan. Klaim tersebut baru dapat dibandingkan secara objektif melalui pengujian tingkat desibel dalam berbagai kecepatan dan permukaan jalan.
PHEV Mendapat Kulkas sekaligus Penghangat
Salah satu fitur pembeda versi PHEV adalah Double Opening Cold and Warm Refrigerator. Kotak penyimpanan ini dapat mempertahankan temperatur dari sekitar 0 sampai 50 derajat Celsius.
Artinya, kompartemen dapat digunakan untuk menjaga minuman tetap dingin atau mempertahankan makanan dan minuman dalam keadaan hangat.
GWM menyatakan sistem dapat mempertahankan fungsinya hingga 24 jam dalam keadaan tertentu. Keberadaan bukaan ganda memudahkan akses dari posisi berbeda di dalam kabin.
Fitur tersebut tidak ditemukan dalam keterangan perlengkapan utama HEV. Dengan selisih harga Rp210 juta antara kedua varian, PHEV memperoleh bukan hanya baterai lebih besar, tetapi juga sejumlah perlengkapan tambahan.
Menurut penulis, perbedaan HEV dan PHEV akan paling terasa dari pola pemakaian. PHEV lebih menarik apabila pemilik mempunyai akses pengisian rutin, sedangkan HEV menawarkan penggunaan sederhana tanpa kebiasaan mengisi baterai dari luar.
Lebih dari 20 Fitur Bantuan Berkendara Disiapkan
GWM Wey G9 Hi4 membawa L2 Intelligent Driving Assistance dengan lebih dari 20 fungsi keselamatan dan bantuan berkendara. Sistem tersebut menggunakan sensor serta perangkat elektronik untuk membantu pengemudi ketika berada di jalan.
Pada spesifikasi regional, perlengkapannya mencakup Adaptive Cruise Control, Traffic Jam Assist, Lane Keeping Assist, Autonomous Emergency Braking, Blind Spot Detection, Rear Cross Traffic Alert dan Automated Parking.
Adaptive Cruise Control dapat membantu menjaga kecepatan serta jarak dengan kendaraan di depan. Lane Keeping Assist membantu kendaraan tetap berada dalam jalurnya ketika marka dapat dibaca sistem.
Blind Spot Detection memberikan peringatan apabila kendaraan lain berada pada area yang sulit terlihat melalui kaca spion. Rear Cross Traffic Alert membantu mendeteksi kendaraan yang melintas ketika mobil keluar dari tempat parkir secara mundur.
Seluruh sistem tersebut tetap merupakan bantuan. Pengemudi harus menjaga perhatian, memegang kendali kendaraan, serta memahami bahwa kamera dan radar mempunyai batas pada hujan, kabut, marka yang tidak jelas, atau sensor yang tertutup kotoran.
Struktur Bodi dan Baterai Mendapat Perhatian Khusus
GWM menggunakan struktur bodi berkekuatan tinggi untuk melindungi ruang penumpang. Situs GWM regional menjelaskan rancangan bodinya memakai bentuk cage type dengan struktur sasis yang dibuat untuk memberikan perlindungan pada seluruh sisi.
Baterainya juga telah memperoleh sertifikasi keselamatan lima bintang China Electric Vehicle Fire Safety Index 2024. Klaim ini berlaku pada sistem baterai Wey G9 setelah menjalani rangkaian pengujian keselamatan yang disebut GWM.
Pada PHEV, perlindungan baterai menjadi semakin penting karena kapasitas penyimpanannya mencapai 44,2 kWh. Posisi baterai juga harus dipadukan dengan lantai kabin agar ruang penumpang tetap dapat dibuat rata.
Pengguna tetap perlu mengikuti petunjuk ketika kendaraan mengalami benturan pada bagian bawah. Pemeriksaan di bengkel resmi dapat diperlukan meskipun tidak terdapat kerusakan yang terlihat dari luar.
Perbandingan HEV dan PHEV Memperlihatkan Karakter Berbeda
Perbedaan utama kedua varian dapat diringkas melalui spesifikasi berikut.
| Spesifikasi | Wey G9 Hi4 HEV | Wey G9 Hi4 PHEV |
|---|---|---|
| Sistem elektrifikasi | HEV | PHEV |
| Mesin | 2.0 liter turbo | 1.5 liter turbo |
| Baterai | 1,67 kWh | 44,2 kWh |
| Tenaga sistem | 263 kW | 325 kW |
| Torsi | 782 Nm | 642 Nm |
| Penggerak | AWD | AWD |
| Transmisi | DHT | DHT |
| Jarak listrik murni | Tidak menjadi fungsi utama | 170 km NEDC |
| Pengisian eksternal | Tidak | Ya |
| DC fast charging | Tidak | 60 kW |
| AC charging | Tidak | 6,6 kW |
| V2L | Tidak disebutkan | 3,3 kW |
| Konsumsi BBM klaim | Sekitar 15 km/liter | 83,33 km/liter menurut pengujian yang diumumkan |
| Harga OTR Jakarta | Rp1,158 miliar | Rp1,368 miliar |
Data performa serta harga tersebut berasal dari spesifikasi dan pengumuman peluncuran GWM Wey G9 Hi4 untuk Indonesia.
Angka konsumsi PHEV tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan HEV seperti perbandingan kendaraan bensin biasa karena PHEV memakai kombinasi energi baterai dan bahan bakar. Hasil aktual sangat dipengaruhi seberapa sering baterai diisi.
Garansi Baterai Mencapai Delapan Tahun
GWM memberikan garansi kendaraan enam tahun atau 200.000 kilometer. Garansi baterai berlaku delapan tahun atau 200.000 kilometer, mengikuti syarat dan ketentuan perusahaan.
Konsumen juga memperoleh bebas biaya servis dan suku cadang selama enam tahun atau 60.000 kilometer. Program tersebut dapat membantu menekan pengeluaran pemeliharaan pada periode awal kepemilikan.
Wey G9 Hi4 sudah dapat dipesan melalui 19 dealer GWM di Indonesia. Konsumen yang mempertimbangkan PHEV sebaiknya turut menghitung pemasangan charger rumah, kapasitas listrik bangunan, serta kebiasaan perjalanan sehari hari.
HEV seharga Rp1,158 miliar memberikan tenaga 263 kW dan torsi 782 Nm tanpa membutuhkan pengisian eksternal. PHEV seharga Rp1,368 miliar membawa baterai 44,2 kWh, tenaga 325 kW, jarak listrik 170 kilometer, DC charging 60 kW serta V2L 3,3 kW.
Pilihan akhirnya sangat bergantung pada pola penggunaan. Pengguna dengan tempat pengisian pribadi dapat memanfaatkan kemampuan listrik PHEV untuk perjalanan harian, sementara pemilik yang sering berpindah kota dan tidak ingin bergantung pada charger dapat memilih HEV dengan sistem hybrid yang bekerja otomatis selama mobil digunakan.
